AI Bantu Deteksi Dini Masalah Konsumsi Alkohol
VISI.NEWS | BANDUNG - Dalam praktik sehari-hari di klinik layanan kesehatan primer, dokter dan tenaga medis kerap menanyakan kebiasaan konsumsi alkohol pasien untuk menilai apakah masih dalam batas aman atau sudah bermasalah. Tidak jarang pula pasien diminta mengisi kuesioner penggunaan alkohol melalui formulir kertas atau ponsel pintar saat menunggu giliran pemeriksaan.
Namun, sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) berpotensi meningkatkan peluang orang dengan pola minum berisiko atau tanda gangguan penggunaan alkohol (alcohol use disorder/AUD) untuk mendapatkan perhatian dan bantuan yang mereka butuhkan. Hal ini penting mengingat hanya sekitar 10 persen orang yang memenuhi kriteria diagnosis AUD yang benar-benar mendapatkan pertolongan dalam satu tahun terakhir.
Banyak orang tidak menyadari bahwa kebiasaan minum mereka sudah menunjukkan tanda kecanduan atau bahwa konsumsi alkoholnya melebihi batas yang dianjurkan. Padahal, konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, mulai dari cedera, kanker, hingga gangguan tidur.
Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Drug and Alcohol Dependence dan dilakukan oleh tim dari University of Michigan Addiction Center. Para peneliti menggunakan teknologi pemrosesan bahasa alami (natural language processing/NLP) untuk menganalisis teks lengkap catatan medis elektronik anonim dari lebih dari 133.000 pasien layanan kesehatan primer di U-M Health.
Jika hanya mengandalkan data formal seperti kode diagnosis dan skor kuesioner penggunaan alkohol, tercatat 820 pasien yang teridentifikasi memiliki konsumsi alkohol berisiko atau AUD. Alat NLP mampu mendeteksi jumlah tersebut hampir setara dengan penilaian peninjau manusia.
Namun yang mengejutkan, alat pemrosesan bahasa alami ini juga mengidentifikasi lebih dari 47.500 pasien lain yang dalam catatan medisnya menunjukkan tanda-tanda konsumsi alkohol berisiko, meskipun tidak tercatat dalam data skrining formal. Temuan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar kasus konsumsi alkohol berisiko selama ini terlewatkan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!