Ahmad Heryawan Tekankan Integritas dan Penguatan Kelembagaan Bawaslu
VISI.NEWS | KAB. BANDUNG BARAT - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bandung Barat menggelar kegiatan penguatan kelembagaan pengawasan pemilu bersama mitra kerja, bertempat di Sangria Resort, Lembang, pada Jumat (12/10/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh, termasuk Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Heryawan (Aher), yang turut memberikan pandangan strategis terkait penguatan kelembagaan dan integritas Bawaslu.
Dalam sambutannya, Aher menekankan pentingnya penguatan kewenangan kelembagaan Bawaslu dalam konteks pemilu. Ia menyatakan bahwa Bawaslu tidak hanya membutuhkan regulasi yang kuat, tetapi juga integritas sebagai pilar utama dalam menjalankan tugas pengawasan.
“Penguatan kelembagaan ini bukan hanya soal aturan, tapi juga soal bagaimana integritas dijaga. Pelanggaran dalam konteks pemilu harus ditindak tegas berdasarkan keputusan dan rekomendasi lembaga. Kalau integritas tidak terjaga, maka proses demokrasi akan dipertanyakan,” ujar Aher.
Aher juga menyinggung fenomena maraknya politik uang, penyebaran hoaks, dan ketidaknetralan penyelenggara pemilu yang kerap menjadi keluhan masyarakat. Dalam pandangannya, semua itu hanya bisa ditekan jika Bawaslu memiliki struktur yang kuat dan independen serta menjalankan fungsi pengawasannya secara transparan dan akuntabel.
“Integritas itu menyelesaikan banyak masalah. Namun kalau ada intervensi terhadap lembaga pengawas, maka bukan hanya lembaga itu yang rusak, tetapi juga kepercayaan publik. Bawaslu harus menjadi benteng terakhir yang menjaga demokrasi,” tegasnya.
Menanggapi dinamika pasca putusan Mahkamah Konstitusi terkait pelaksanaan pemilu dan pilkada yang menjadi sorotan publik, Aher mengingatkan bahwa demokrasi Indonesia harus tetap berpijak pada Undang-Undang dan nilai-nilai konstitusional.
Sebagai anggota Komisi II DPR RI yang Aher menyatakan bahwa kehadirannya dalam kegiatan ini adalah bentuk dukungan terhadap upaya penguatan lembaga pengawas pemilu di tingkat daerah. Ia juga menyoroti pentingnya reward dan punishment dalam menjaga integritas penyelenggara pemilu.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!