AFJ dan AFFA Gelar Kampanye Seni Jalanan Serentak Di Tujuh Kota: Untuk Indonesia Bebas Kandang Baterai

ED
Rabu, 9 Februari 2022 | 14:16 WIB
Bagikan
AFJ dan AFFA Gelar Kampanye Seni Jalanan Serentak Di Tujuh Kota: Untuk Indonesia Bebas Kandang Baterai

Elly Mangunsong, Koordinator Corporate Outreach AFJ mengatakan, “Kami senang dengan keterlibatan dan dukungan para seniman terhadap kampanye kami untuk mengakhiri sistem kandang baterai di negara ini. Kami harap kampanye kreatif dengan seni jalanan ini dapat menarik dukungan masyarakat untuk turut mendesak perusahaan-perusahaan pangan agar beralih menggunakan telur dari peternakan bebas kandang baterai yang menerapkan standar kesejahteraan hewan yang tinggi.”

Di akhir tahun 2021, Yum! Brands dan Focus Brands—bisnis-bisnis raksasa yang menaungi berbagai merek perusahaan makanan cepat saji ternama di dunia menyatakan komitmen untuk mengakhiri penggunaan telur dari ayam-ayam yang dikurung di peternakan dengan sistem kandang baterai pada seluruh rantai pasokan globalnya. Komitmen ini dibuat setelah peluncuran kampanye terhadap mereka oleh Open Wing Alliance, koalisi organisasi-organisasi perlindungan hewan di seluruh dunia termasuk AFJ. Dan keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan publik sebagai konsumen peduli.

Tak hanya perusahaan multinasional, kebijakan untuk meninggalkan sistem kandang baterai bagi ayam petelur juga telah diumumkan oleh berbagai sektor bisnis makanan lokal dan nasional yang berbasis di Yogyakarta yaitu Chocolate Monggo, Mediterranea Restaurant, Kebun Roti Artisan Bakery, ViaVia Artisan Bakery, restoran Yabbiekayu dan Bumi Langit, serta Blue Steps Villa & Resto setelah dialog dengan AFJ.

Dalam studi komprehensif terkait keamanan pangan yang pernah dilakukan Otoritas Keamanan Pangan Eropa (European Food Safety Authority/EFSA) mengenai perbandingan kontaminasi salmonella di sistem kandang baterai vs bebas kandang baterai, disimpulkan bahwa kontaminasi salmonella pada sistem kandang baterai lebih tinggi jika dibandingkan dengan sistem bebas kandang baterai.

“Sistem peternakan intensif untuk produksi telur semacam ini selain sangat tidak memperhatikan kaidah kesejahteraan hewan tetapi juga berisiko merugikan kesehatan. Sudah saatnya kita mengakui fakta-fakta tersebut dan berupaya menerapkan kebijakan yang akan melindungi hewan dari kekejaman yang ekstrem serta kesehatan masyarakat.”, pungkas Elly.@mpa

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.