Adik Raja Charles, Pangeran Andrew, Dibebaskan Usai Ditangkap Terkait Dugaan Dokumen Rahasia ke Jeffrey Epstein
Epstein sendiri pernah dihukum pada 2008 atas kasus prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur. Hubungan dekat Andrew dengan Epstein pertama kali mencuat pada 2011 dan memaksanya mundur dari jabatan utusan perdagangan. Pada 2019, ia juga menghentikan seluruh tugas resmi kerajaan akibat tekanan publik. Pada Oktober tahun lalu, gelar dan sejumlah kehormatan resminya dicabut oleh sang kakak, Raja Charles III, setelah muncul berbagai pengungkapan lanjutan mengenai relasinya dengan Epstein.
Asisten Kepala Kepolisian Thames Valley, Oliver Wright, menyatakan bahwa penyelidikan resmi telah dibuka setelah dilakukan penilaian menyeluruh atas dugaan pelanggaran jabatan publik tersebut. Ia menekankan bahwa kepolisian memahami tingginya perhatian publik terhadap kasus ini dan berjanji akan memberikan pembaruan pada waktu yang tepat.
Penyelidikan terbaru ini tidak berkaitan dengan gugatan perdata yang sebelumnya diajukan oleh mendiang Virginia Giuffre di Amerika Serikat. Pada 2022, Andrew menyelesaikan gugatan tersebut melalui kesepakatan damai tanpa pengakuan bersalah. Keluarga Giuffre, yang meninggal dunia tahun lalu, menyatakan bahwa mereka merasa terhibur dengan perkembangan terbaru ini dan menilai bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum, termasuk anggota kerajaan.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut penangkapan tersebut sebagai hal yang memprihatinkan. Ia mengatakan kepada wartawan bahwa situasi tersebut sangat menyedihkan dan berdampak buruk bagi keluarga kerajaan Inggris.
Dalam sistem hukum Inggris, pelanggaran jabatan publik merupakan tindak pidana berbasis hukum umum (common law) dan dapat dikenai hukuman maksimal penjara seumur hidup apabila terbukti bersalah. Perkara semacam ini akan disidangkan di Crown Court yang menangani tindak pidana serius.
Selain dugaan ini, kelompok kampanye anti-monarki Republic juga melaporkan Andrew atas tudingan keterlibatan dalam dugaan perdagangan seorang perempuan ke Inggris pada 2010. Kepolisian menyatakan masih menilai laporan tersebut. Mantan Perdana Menteri Inggris Gordon Brown bahkan menyerukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan kelalaian pengawasan terhadap aktivitas Epstein di Bandara Stansted, London. Kepolisian Essex mengonfirmasi tengah menelaah isu tersebut.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!