Adian Cerita ke Dasco soal Ojol Cuma Dapat Bonus Lebaran Rp 50 Ribu
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 27 Mei 2025 | 17:31 WIB
VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi V DPR RI, Adian Napitupulu, mengungkapkan bahwa dirinya telah melobi langsung Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, untuk menyuarakan keresahan para pengemudi ojek online (ojol) roda dua maupun empat. Cerita tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara dalam Forum Legislasi bertema 'Efisiensi RUU Transportasi Online' di Kompleks Parlemen, Selasa (27/5/2025).
Menurut Adian, sebelum bertemu langsung, utusan Dasco lebih dulu datang ke rumahnya untuk meminta penjelasan awal tentang permasalahan yang dihadapi para driver online.
“Saya lupa tanggal 18 atau 19, orangnya Pak Dasco datang ke rumah saya tanya soal Ojol, saya jelaskan,” kata Adian.
Beberapa hari setelah itu, Adian diundang oleh Dasco ke ruang pimpinan DPR di lantai 4 Gedung Nusantara III. Di sana, keduanya berdiskusi sambil makan siang, membahas panjang lebar mengenai kesejahteraan ojol, termasuk soal potongan pendapatan harian dan bonus Hari Raya (BHR) yang dinilai sangat minim.
“Dia tanya tentang ojol, saya ceritakan panjang lebar. Termasuk tentang BHR (Bonus Hari Raya), kenapa cuma dapat Rp 50 ribu. Kan 5 persen tiap hari dipotong,”
“Saya ceritakan dari A sampai Z. Termasuk soal BHR yang hanya Rp50 ribu, padahal 5 persen pendapatan ojol dipotong tiap hari. Saya paparkan semua data, termasuk jumlah pengemudinya dan kerugian yang mereka tanggung,” jelas Adian.
“Saya jelaskan semuanya, berapa jumlah pengemudinya, apa kerugian mereka. Dari ujung sampai ujung. Sambil makan siang waktu itu,” sambungnya.
Dari pertemuan informal itu, lanjut Adian, Dasco langsung merespons dengan menginisiasi Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama perwakilan driver online. RDP tersebut digelar pada 21 Mei, sehari setelah aksi demonstrasi besar-besaran dari komunitas ojol di berbagai wilayah Indonesia.
“Saya ceritakan semua dari A sampai Z. Itulah kemudian Pak Dasco berinisiatif melakukan RDPU tanggal 21, yang sudah bergeser dari jadwal. Artinya apa, RDP 21 itu saya telpon Pak Dasco, kenapa berubah, jalankan terus,” ungkap politisi PDIP itu.
“Saya jelaskan semuanya, berapa jumlah pengemudinya, apa kerugian mereka. Dari ujung sampai ujung. Sambil makan siang waktu itu,” tutup Adian. @givary
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!