Adab Seorang Khatib

ED
Jumat, 3 Januari 2025 | 08:14 WIB
Bagikan
Adab Seorang Khatib

Kedelapan, merasa yakin bahwa yang disampaikan bermanfaat. Materi yang disampaikan dalam khutbah harus dipastikan berisi tentang hal-hal yang bermafaat bagi para jamaah seperti ajakan untuk selalu bertakwa kepada Allah subhanu wat’ala dan berakhlak mulia. Oleh karena itu seorang khatib hendaknya menyiapakan materi yang baik dan benar sebelum naik ke mimbar.

Kesembilan, memberi isyarat kepada jamaah agar berdoa. Pada saat khatib sampai pada doa, ia hendaknya memberi isyarat dengan mengangkat tangannya agar para hadirin mengetahui dan mengikutinya dengan mengangkat tangan sambil mengamini doa yang dipanjatkannya.

Kesepuluh, turun dari mimbar jika muadzin sudah bersiap-siap iqamat. Seusai khutbah, khatib hendaknya tidak langsung turun dari mimbar hingga muadzin mulai menyerukan iqamat yang kemudian diikuti para jamaah dengan berdiri.

Kesebelas, tidak bertakbir sebelum jamaah tenang. Khatib bisa sekaligus bertindak sebagai imam. Sebelum memulai takbiratul ihram, ia harus memperhatikan keadaan para jamaah, apakah sudah berdiri dengan tenang dan diam atau masih ada yang bergerak merapatkan barisan. Jika jamaah dalam jangakaun pandangannya sudah terlihat diam dan berdiri dengan rapat, ia bisa memulai takbiratul ihram.

Kedua belas, mulai salat dan membaca ayat-ayat Al-Qurán dengan tartil. Setelah takbiratul ihram yang diikuti oleh para jamaah, imam dapat membaca surat Al-Fatihah dan dilanjutkan dengan surat lainnya secara tartil.

Demikianlah kedua belas adab khatib sebagaimana disampaikan Imam Al-Ghazali. Poin nomor 1 hingga nomor 6 dilakukan sebelum adzan dikumandangkan oleh muadzin. Poin nomor 7 hingga nomor 9 dilakukan setelah adzan dikumandangkan. Poin nomor 10 hingga nomor 12 dilakukan setelah muadzin menyerukan iqamah. Kedua belas adab ini penting diketahui oleh para khatib khususnya para khatib pemula yang belum terbiasa.

Memeluk Lutut

Begitu pula anjuran kepada seluruh jama'ah, ketika pelaksanaan khatib menyampaikan khutbahnya agar selalu fokus mendengarkan, konsentrasi dalam penyampaian isi khutbahnya khatib. Setelah bisa fokus mendengarkan khatib berkhutbah, maka untuk jama'ah yang harus di perhatikan lagi terkait sikap duduknya. Tidak sedikit jamaah salat Jumat yang duduknya dalam keadaan memeluk lutut. Bahkan saking enaknya duduk seperti sampai tertidur. Padahal ada larangan dalam hadits mengenai duduk seperti itu dalam khutbah Jumat.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.