ABB dan MASKEEI Gandeng Tangan Perkuat Energi Efisien dan Dekarbonisasi di Indonesia
Penggunaan listrik secara global dapat dikurangi hingga 10% jika lebih dari 300 juta sistem penggerak motor listrik industri yang ada diganti dengan mesin-mesin yang dapat bekerja secara efisien dan optimal. Teknologi-teknologi ini merupakan kunci utama bagi Indonesia untuk mencapai target iklim dan pengurangan emisi karbonnya dalam 10 tahun mendatang," tambahnya.
Melalui serangkaian seminar dan diskusi, konferensi nasional ini menggarisbawahi kebijakan implementasi efisiensi energi, pengalaman, serta tantangan di lapangan. Kesimpulan dan rekomendasi dari diskusi ini akan didokumentasikan dan dipresentasikan ke pemerintah baru untuk mendukung upaya percepatan implementasi langkah-langkah efisiensi dan konservasi energi.
Ketua MASKEEI, RM Soedjono Respati, menyambut baik kesempatan untuk menggalakkan kesadaran akan pentingnya efisiensi energi serta membahas beberapa isu utama untuk meningkatkan implementasi efisiensi energi di Indonesia. "Terdapat kebutuhan yang mendesak untuk menerapkan terobosan baru dalam rangka menindaklanjuti dan mendorong peningkatan kualitas efisiensi energi, termasuk insentif pengadaan peralatan, teknologi efisiensi energi, standarisasi peralatan (SKEM), sertifikasi, serta kebutuhan untuk meningkatkan penelitian dan inovasi yang dilakukan lembaga penelitian nasional dan para pelaku industri manufaktur,"jelasnya.
Konferensi nasional ini menyoroti pentingnya mengintegrasikan langkah-langkah strategis ke dalam kebijakan energi dan perubahan iklim yang lebih komprehensif dan efektif untuk mencapai target nol emisi. Hal ini sejalan dengan Gerakan Efisiensi Energi (EEM), sebuah platform global yang diluncurkan pada tahun 2021 oleh ABB, dan baru-baru ini disahkan menjadi asosiasi independen pada 14 Mei 2024 dengan ABB dan Alfa Laval sebagai anggota pendiri, yang memimpin tata kelolanya.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!