Abah Anton Charliyan Dukung Pembentukan Perda Anti Radikalisme dan Intoleransi di Garut

ED
Kamis, 6 Januari 2022 | 12:26 WIB
Bagikan
Abah Anton Charliyan Dukung Pembentukan Perda Anti Radikalisme dan Intoleransi di Garut

Ketua MUI Garut, KH Sirodjul Munir yang hadir dalam aksi tersebut mengatakan bahwa persoalan NII di Garut cukup pelik, bahkan awalnya dinilai tidak diperhatikan serius oleh Pemda.

KH. Sirodjul Munir mengatakan paham radikal NII di Garut sudah berada dalam tahap krusial dan harus segera ditangani. Ia mengatakan paham NII ini lebih berbahaya dari Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Abah Anton Charliyan menuturkan, bahwa gerakan radikalisme ini selalu bergandeng tangan dengan gerakan intoleransi. Salah satu cirinya adalah adanya faham takfiri yang senantiasa mengkafir - kafirkan setiap golongan yang tidak sepaham. "Gerakan ini yang selalu menjadi ciri khas gerakan atau golongan yang berafiliasi ingin mendirikan negara Islam dengan konsep negara khilafiah di berbagai negara di dunia seperti yang terjadi di Suriah, Libya dan Afganistan yang saat ini jatuh menjadi negara miskin, " tandasnya.

Garut dengan berbagai peristiwanya, kata Abah Anton, selalu di jadikan Lab Percobaan untuk NII. "Sehingga menurut saya sangat tepat bila di Garut diterapkan Perda Anti Radikalisme dan Intoleran. Akan tetapi hal tersebut saya yakin memerlukan perjuangan yang sangat panjang," jelasnya.

Abah Anton menekankan bahwa Perjuangan panjang mengusulkan Perda Anti Radikalisme dan Intoleransi akan berhadapan dengan penentang, alias pendukung intoleran di Garut yang sangat tinggi sebagaimana dilansir berbagai media dan laporan inteljen, bahkan sebagian aparat pemerintahan diduga ada yang terpapar faham NII ini.

"Paham ideologi ini, sebagaimana kita ketahui bersama sentralnya berpusat di tiga wilayah segitiga emas, yakni Tasikmalaya, Ciamis, dan Garut yang mempunyai historis sebagai pusat DI/TII dimasa lalu. DI/TII ini merupakan dasar tonggak dan akar semangat ideologi NII yang sampai dengan saat ini terus bergulir, sehingga idealnya perda anti radikalisme ini juga minimal ada di tiga daerah segitiga emas tersebut," ucapnya.

Pihaknya sangat mendukung gerakan aksi anti radikalisme dan intoleransi yang dilakukan para pegiat seperjuangan di Garut. "Namun tentunya gerakan ini harus didukung juga oleh penggalangan kekuatan politik yang nyata," ujarnya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.