996 Senjata Ditemukan di Sekolah, Pendiri Yayasan Mengaku Sedih

Desi Rossilawati
Minggu, 9 Agustus 2026 | 18:20 WIB
Bagikan
996 Senjata Ditemukan di Sekolah, Pendiri Yayasan Mengaku Sedih

Salah satu pendiri yayasan sekolah swasta di Jakarta Selatan, Yan Sofyan Syafe'i, dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Minggu (9/8/2026)./visi.news/ist.

"Mudah-mudahan itu semua bisa diselesaikan dengan cara yang sebaik mungkin. Karena harapan kami ya mudah-mudahan sekolah kita ini dapat kembali sesuai dengan tujuan," ungkapnya.

Pihak Eks Ketua Yayasan Beri Penjelasan

Sebelumnya, Alhadid Endar Putra selaku kuasa IWD sekaligus Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin menyampaikan bahwa 995 pucuk senjata airsoft gun yang ditemukan tersebut merupakan milik perusahaan.

Menurut Alhadid, senjata tersebut disimpan di gudang sekolah berkaitan dengan rencana kerja sama kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) menembak antara PT Lokta Karya Perbakin dan pengurus yayasan sekolah sebelumnya pada 2020.

Ia menyebut senjata-senjata tersebut resmi dan memiliki izin. Alhadid juga mengatakan pihaknya telah menunjukkan dokumen perizinan tersebut kepada kepolisian.

"Mereka (pihak kepolisian) juga bertanya dan kami kasih lihat. Ini akan kita gelar juga di Polres izin-izin tersebut," kata Alhadid.

Alhadid juga menyebut pihak yayasan yang saat ini mengetahui keberadaan senjata tersebut di gudang sekolah. Ia mempertanyakan pernyataan pihak yayasan yang seolah tidak mengetahui asal-usul senjata tersebut.

"Saya juga tidak tahu tiba-tiba meledak, mereka seakan-akan baru tahu. Mereka tahu juga sudah ada izinnya," ungkapnya.

Menurut Alhadid, persoalan tersebut diduga berkaitan dengan konflik internal dalam kepengurusan yayasan. Ia menyebut konflik tersebut terjadi setelah pembina yayasan sebelumnya diberhentikan secara sepihak.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.