996 Senjata Ditemukan di Sekolah, Pendiri Yayasan Mengaku Sedih

Desi Rossilawati
Minggu, 9 Agustus 2026 | 18:20 WIB
Bagikan
996 Senjata Ditemukan di Sekolah, Pendiri Yayasan Mengaku Sedih

Salah satu pendiri yayasan sekolah swasta di Jakarta Selatan, Yan Sofyan Syafe'i, dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Minggu (9/8/2026)./visi.news/ist.

VISI.NEWS - Salah satu pendiri yayasan sekolah swasta di Jakarta Selatan, Yan Sofyan Syafe'i, mengaku sedih setelah ditemukan 996 senjata di ruang mantan ketua yayasan sekolah tersebut.

Sofyan menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Minggu (9/8/2026). Ia berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan sehingga kegiatan pendidikan di sekolah kembali berjalan sesuai dengan tujuan awal pendiriannya.

"Kami selaku pendiri yang mendirikan sekolah ini merasa bersedih sekali dengan adanya hal seperti ini tetapi insyaallah seperti yang tadi saya utarakan mudah-mudahan semua itu dapat diperbaiki dengan sebaik-baiknya," kata Sofyan dalam konferensi pers di Jakarta Selatan dikutip, Minggu (9/8/2026).

Sofyan menjelaskan, sekolah tersebut didirikan dengan tujuan mencerdaskan anak bangsa serta membentuk anak-anak yang saleh dan pintar.

Sekolah tersebut didirikan oleh mantan Wakil Presiden RI Adam Malik, Letjen TNI (Purn) KPH Soerjo Wirjohadipoetro, Mawardi Labay El-Sulthani, dan Yan Sofyan Syafe'i.

"Kita ke Pak Adam kemudian kita sama-sama ke Pak Adam sampai di sana diarahkan oleh beliau bahwa beliau selaku Wakil Presiden pada waktu itu dan diarahkan bahwa ada tanah kami di sana di Kebayoran katanya di apa di Pondok Pinang," ucap dia.

"Setelah itu mulailah kita buat yayasan itu dengan visi dan misi untuk mencerdaskan anak-anak bangsa dan kita berkeinginan agar anak-anak bangsa kita itu dapat betul-betul menjadi manusia yang seutuhnya," tambahnya.

Sofyan berharap persoalan terkait temuan senjata tersebut dapat segera diselesaikan dengan baik. Menurutnya, penyelesaian kasus tersebut diperlukan agar aktivitas pembelajaran di sekolah dapat kembali berjalan sesuai dengan tujuan awal yayasan.

"Mudah-mudahan itu semua bisa diselesaikan dengan cara yang sebaik mungkin. Karena harapan kami ya mudah-mudahan sekolah kita ini dapat kembali sesuai dengan tujuan," ungkapnya.

Pihak Eks Ketua Yayasan Beri Penjelasan

Sebelumnya, Alhadid Endar Putra selaku kuasa IWD sekaligus Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin menyampaikan bahwa 995 pucuk senjata airsoft gun yang ditemukan tersebut merupakan milik perusahaan.

Menurut Alhadid, senjata tersebut disimpan di gudang sekolah berkaitan dengan rencana kerja sama kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) menembak antara PT Lokta Karya Perbakin dan pengurus yayasan sekolah sebelumnya pada 2020.

Ia menyebut senjata-senjata tersebut resmi dan memiliki izin. Alhadid juga mengatakan pihaknya telah menunjukkan dokumen perizinan tersebut kepada kepolisian.

"Mereka (pihak kepolisian) juga bertanya dan kami kasih lihat. Ini akan kita gelar juga di Polres izin-izin tersebut," kata Alhadid.

Alhadid juga menyebut pihak yayasan yang saat ini mengetahui keberadaan senjata tersebut di gudang sekolah. Ia mempertanyakan pernyataan pihak yayasan yang seolah tidak mengetahui asal-usul senjata tersebut.

"Saya juga tidak tahu tiba-tiba meledak, mereka seakan-akan baru tahu. Mereka tahu juga sudah ada izinnya," ungkapnya.

Menurut Alhadid, persoalan tersebut diduga berkaitan dengan konflik internal dalam kepengurusan yayasan. Ia menyebut konflik tersebut terjadi setelah pembina yayasan sebelumnya diberhentikan secara sepihak.

"Ternyata saya ulik ada konflik di yayasan itu. Ini mengenai pembina Bu N sudah menjadi pembina sudah menduduki fisik dari April 2026. Jadi 5 bulan itu menduduki di sana, sebelum dia menduduki itu dia memberhentikan pembina lain," jelasnya.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.