9 Gambar Karya Siswa Indonesia Lolos ke Korea Selatan dalam International Loving-Peace Art Competition ke-6
Pada lomba kali ini, juga diberikan penghargaan spesial (special awards) bagi dua anak berkebutuhan khusus peserta lomba, yaitu Luftiana Nur Afifah dari Salatiga dan Ali Akbar dari Mataram. Menurut Sentot, anak-anak yang berkebutuhan khusus adalah anak-anak luar biasa. Mereka tidak menyerah dengan kekurangan mereka, tetapi berusaha tetap cinta damai dan menjadi duta damai Indonesia dengan caranya sendiri. Mereka menitipkan pesan kepada teman-teman yang terkena musibah akibat perang melalui gambar mereka. "Kami, juri dan IWPG, memberikan apresiasi yang sangat tinggi. Kami berharap, untuk lomba tahun depan, teman-teman berkebutuhan khusus lainnya bisa mengikuti jejak Luftiana dan Ali Akbar," ujarnya.
Surat Cinta
Ketua IWPG Indonesia, Ana Milana Puspitasari, berharap semangat anak-anak bukan hanya untuk perlombaan, tetapi juga bisa menjadi duta-duta perdamaian. "Kalian semua adalah pemenang dengan mengekspresikan cinta damai lewat gambar, bukan mencari pemenang semata. Apa yang kalian pikirkan dan rasakan dalam sebuah gambar adalah kemenangan buat kalian," katanya.
Ia menambahkan, jika ada yang terpilih karyanya untuk dikirim ke Korea Selatan, itu adalah sebuah kesenangan. Namun, jika tidak terpilih, jangan merasa sedih. "Gambar anak-anak kami adalah surat cinta kepada saudara-saudara kita yang sedang bersedih akibat peperangan dan belum bisa merasakan perdamaian. Karya-karya kalian akan dipamerkan dan dibukukan, serta disebarkan ke perpustakaan, sekolah, dan lembaga lainnya, supaya karya kalian bisa dinikmati banyak orang," ujar Ana.
Perwakilan juri, Defvi Kurniawati Wijaya, mengatakan beberapa kriteria menjadi pertimbangan juri, yaitu estetika atau keindahan karya, pewarnaan, kerapian, serta bagaimana menyampaikan ide dan kreativitas dalam karya, originalitas, dan kesesuaian dengan tema tahun ini. "Harus tergambar bahwa karya peserta menyampaikan surat cinta kepada teman-teman kita dengan hati damai, yang disampaikan kepada para sahabat yang menderita karena perang. Teman-teman kita di luar sana sedang menderita. Karya kita adalah pesan hati kita. Bagaimana memperjuangkan perdamaian. Dari tema inilah titik tolak para juri melihat karya peserta," katanya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!