8.925 Hektare Sawah di Sukabumi Kekeringan
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Aep Majmudin. /visi.news/andri
Aep menyatakan, sumber air yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pertanian di antaranya berasal dari sungai yang kemudian dialirkan melalui jaringan irigasi.
Menurutnya, selain faktor minimnya hujan dan mengecilnya debit sumber mata air, terdapat pula sejumlah jaringan irigasi yang mengalami kerusakan dan menjadi kewenangan pemerintah pusat maupun provinsi.
"Jadi memang debit sumber airnya, selain ada beberapa irigasi yang kewenangan pusat sama provinsi, beberapa rusak. Tapi yang paling utama, penyebabnya nggak hujan, kedua sumber-sumber mata airnya kecil, termasuk sekarang. sungai sungai besar debitnya berkurang, sehingga berdampak terhadap tanaman," pungkasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!