8 Dosen UNS Bersaing Perebutkan Jabatan Rektor Periode 2023-2028
VISI.NEWS | SOLO - Sebanyak 8 orang bakal calon rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, yang seluruhnya merupakan dosen internal perguruan tinggi negeri yang baru 2 tahun berstatus berbadan hukum (PTN-BH), memperebutkan jabatan rektor periode 2023 - 2028.
Panitia Penjaringan dan Pemilihan Calon Rektor (P3CR) UNS yang menangani penjaringan bakal calon dan pemilihan rektor UNS, Senin (17/10/2022), menggelar pemaparan visi dan misi para kandidat di depan "Rapat Pleno Terbuka MWA" dalam rangka "Penyampaian Visi Misi Bakal Calon Rektor UNS Masa Bakti 2023–2028", di Auditorium GPH Haryo Mataram, kampus Kentingan.
Semula, dalam pendaftaran bakal calon rektor tercatat sebanyak 9 orang yang seluruhnya berasal dari internal UNS yang menyatakan diri mendaftar secara online. Namun, dalam proses verifikasi syarat administrasi, Prof. Irwan Trinugroho, PhD, guru besar muda Fakultas Ekonomi UNS, dinyatakan tidak lolos karena dianggap tidak dapat memenuhi syarat berupa laporan harta kekayaan aparatur sipil negara (LHKASN) dalam berkas yang ditentukan (MWA).
Kedelapan bakal calon yang menyampaikan visi dan misi, yaitu Prof. Dr. Bandi (FE), Prof. Dr. Hartono (Direktur RS-UNS) Prof. Dr. I Gusti Ayu Ketut Rachmi Handayani (FH), Prof. Dr. Kuncoro Diharjo (FT), Prof. Dr. Reviono (FK), Prof. Dr. rer. nat. Sajidan (FKIP), Prof. Dr. Samanhudi (FP) dan Prof. Dr. Venty Suryanti (FMIPA).
Wakil Ketua MWA, Prof. Hasan Fauzi, PhD, ketika membuka rapat mewakili Ketua MWA, Dr. (HC), Hadi Tjahjanto, menyatakan, tahapan penyampaian visi dan misi bakal calon rektor bertujuan mengetahui rencana para kandidat dalam mencapai target UNS sebagai world class university.
“Forum penyampaian visi misi sangat penting. Sebab di forum ini diharapkan dapat diperoleh informasi memadai mengenai visi misi para bakal calon rektor yang merupakan kandidat pemimpin UNS masa depan,” ujar Prof. Hasan.
Prof. Hasan minta, para bakal calon rektor dan seluruh sivitas akademika UNS agar tetap teguh menegakkan norma-norma hukum dan etik yang berlaku di UNS. Dia mengingatkan, pemilihan rektor bukan panggung untuk berebut kekuasaan.
"Perbedaan pendapat dan pandangan dalam proses pemilihan rektor, termasuk reaksi dalam tahapan pemilihan merupakan sesuatu yang wajar," tuturnya.
Menurut wakil ketua MWA UNS itu, setelah penyampaikan visi dan misi di depan panelis pada panel 1 yang meliputi 6 unsur, yaitu unsur senat akademik, unsur dewan profesor, unsur pimpinan universitas, unsur tenaga kependidikan, unsur organisasi mahasiswa dan unsur tokoh masyarakat, tahap berikutnya MWA UNS akan memilih tiga dari bakal calon rektor dalam rapat pleno MWA pada 20 Oktober 2022.
“Setelah MWA menetapkan tiga calon, ketiganya diberi kesempatan memaparkan visi dan misi di panel 2 pada 27-28 Oktober 2022. Setelah itu, pada 11 November 2022 MWA akan menggelar rapat pleno dengan agenda pemilihan rektor. Pelantikan dan pengambilan sumpah rektor terpilih dijadwalkan pada 10-11 April 2023,” sambung Prof. Hasan.
Di sela pemaparan visi misi bakal calon rektor, Prof. Irwan Trinugroho, memberikan penjelasan kepada wartawan tentang kegagalannya dalam penjaringan dan pemilihan yang dilakukan P3CR.
"Saya sebenarnya sudah memiliki LHKASN. Tetapi saya dinyatakan tidak memenuhi syarat. Bagi saya pemilihan rektor bukan panggung untuk mencari popularitas. Saya hanya ingin memotivasi generasi muda agar berani menyampaikan gagasan dan pemikiran bagi masa depan UNS," jelasnya.
Dia menambahkan, setelah kegagalan dalam proses pemilihan rektor, dia akan fokus bekerja kembali dan tidak ingin mempersoalkan penyebab kegagalannya. @tok
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!