75 Mahasiswa STAI Baitul Arqom Ikuti Wisuda ke XI/2024 di Gedung Budaya Soreang

ED
Kamis, 24 Oktober 2024 | 04:06 WIB
Bagikan
75 Mahasiswa STAI Baitul Arqom Ikuti Wisuda ke XI/2024 di Gedung Budaya Soreang

Ketua Yayasan Baitul Arqom Al Islami. KH. Ibnoe Athoillah Yusuf. S.H., M.M., berpesan kepada wisudawan untuk terus melanjutkan studinya, dan jangan berhenti untuk belajar mencari ilmu ke tingkat yang lebih tinggi supaya kualitas keilmuan yang dikuasai bisa lebih berkembang dan menjadi intelektualis yang bermanfaat untuk sesama dan menjadi kebanggaan untuk keluarga terutama kedua orang tua juga berguna bagi bangsa dan negara.

Dan pesan pamungkasnya untuk para wisudawan dan wisudawati,”Jaga adab atau ahlaq, sebab dalam Islam, akhlak yang baik memiliki kedudukan yang sangat tinggi, bahkan lebih utama daripada ilmu pengetahuan. Ilmu memang penting karena dapat memberikan pemahaman tentang berbagai aspek kehidupan dan ajaran agama, tetapi ilmu tanpa akhlak yang baik tidak memiliki nilai yang sempurna. Akhlak adalah cerminan dari perilaku dan kepribadian seorang Muslim yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam," tuturnya.

Setelah selesai sambutan ketua yayasan itu mengema alunan syair yang dibawakan Grup Gempar Voice (Gema Paduan Suara Mahasiswa/I Baitul Arqom). Suasana semakin khidmat karena syair/ lagu yang dikolaborasikan dengan pembacaan puisi salah satu karya jajaran Pimpinan STAI Baitul Arqom WK 3 Bidang Kemahasiswaan. Ridwan Ch.Madris. S.Pd.I., M.M., menyampaikan dalam syairnya takjauh berbeda dengan pesan sambutan ketua Yayasan Baitul Arqom.

Manusia atau siswa yang berilmu, sekalipun menyandang gelar yang tinggi. Tetapi, senantiasa beradab menjaga ahlaq. Ia lah manusia yang sesungguhnya. Sekolah atau kampus bukan hanya berhasil dan tidaknya, seorang siswa meraih besarnya angka. Sekolah bukan hanya sukses mendapat predikat tertinggi. Tapi, sekolah adalah tempat mempelajari sebaiknya hidup, tempat belajar menjadi manusia sesungguhnya. Manusia sesungguhnya adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Manusia yang selalu berbuat kebaikan kepada sesama manusia, kepada alam dan kepada tuhannya. Manusia sesungguhnya adalah manusia yang tak mudah melupakan jasa dan kebaikan orang lain. Manusia sesungguhnya adalah manusia yang selalu menghormati gurunya, yang telah membentuk dan memberikan bekal untuk perjalanannya di masa depan. Sekuat apapun kita, Tak akan mampu menggapai langit, tanpa kedua orang tua dan jasa seorang guru".

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.