7 dari 10 UMKM di Asia Tenggara Mengandalkan Modal dari Tabungan, Keluarga dan Teman

ED
Rabu, 11 Oktober 2023 | 10:00 WIB
Bagikan
7 dari 10 UMKM di Asia Tenggara Mengandalkan Modal dari Tabungan, Keluarga dan Teman

Business Term Loan merupakan produk yang paling banyak digunakan oleh responden (49%). Di Indonesia sendiri, produk business term loan merupakan pendanaan bisnis yang memberikan kontribusi terbesar (74%). Kemudian diikuti oleh produk account payable financing (25%) dan produk invoice financing (22%). Selain itu, responden di Indonesia juga mengatakan bahwa mereka menggunakan produk manajemen biaya (21%), transaksi lintas-negara (13%) dan sisanya menggunakan fasilitas pembayaran dengan kartu (8%).

Sebagian besar UMKM yang disurvei lebih memperhatikan hutang dibanding piutang, khususnya kemampuan mereka membayar supplier. Lebih dari sepertiga responden menyebutkan akses terhadap pendanaan (termasuk pinjaman dan kartu kredit) dan pemenuhan pembayaran kepada supplier atau vendor yang tidak menawarkan pilihan pembayaran yang fleksibel merupakan permasalahan utang utama mereka. Hal ini termasuk:

  • Pemantauan dan pelaporan utang.
  • Mendapatkan persetujuan untuk pembayaran.
  • Integrasi faktur atau invoice dengan pesanan pembelian dan tanda terima.

Pembayaran oleh UMKM: ketergantungan pada bank, transaksi lokal

Transfer bank masih menjadi metode pembayaran paling populer bagi UMKM di negara dimana Grup Modalku beroperasi. Hampir 90% UMKM membayar supplier melalui transfer bank dan 88% menerima pembayaran dari pelanggan melalui metode yang sama. Namun, transaksi tunai masih memainkan peran besar dimana 51% responden di Indonesia mengatakan bahwa mereka mengandalkan uang tunai untuk membayar supplier dan menerima pembayaran dari pelanggan. Di samping itu, responden mengatakan bahwa mereka juga menerima pembayaran dari pelanggan melalui e-wallet (27%), cheque (14%), dan virtual account (12%). Sedangkan untuk pembayaran ke supplier, responden juga menggunakan cheque (17%), virtual account (8%) dan sisanya melalui e-wallet (4%).

Perilaku lain dari UMKM yang ditemukan pada responden

Di seluruh wilayah operasi Grup Modalku, responden mengatakan bahwa pengeluaran terbesar mereka adalah untuk operasional sehari-hari (32%) serta inventaris dan perlengkapan (32%). Di Indonesia, pengeluaran biaya operasional cukup mendominasi (40%). Sedangkan biaya terbesar selanjutnya adalah pembelian inventaris dan perlengkapan (16%), perbaikan dan pendanaan proyek mendesak (14%), serta gaji karyawan (12%).

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.