5 Perkara yang Dapat Menghapus Pahala Amalan, Waspadai Hal Ini
Editor
Desi Rossilawati
Senin, 23 Juni 2025 | 23:00 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Setiap muslim diwajibkan untuk memperbanyak amal ibadah dan perbuatan baik. Namun, amalan tersebut bisa hilang dan tak bernilai di sisi Allah apabila tidak dijaga dengan hati-hati. Sejumlah sikap dan perilaku tertentu bisa menjadi penyebab amalan terhapus, bahkan setelah dilakukan dengan susah payah.
Berikut ini lima perkara yang patut diwaspadai karena bisa menyebabkan pahala amal kebaikan hilang sia-sia:
1. Ujub (Bangga Berlebihan terhadap Amal)
Sifat ujub membuat seseorang merasa lebih baik dari orang lain karena amal yang dilakukannya. Menurut Imam Al-Ghazali dalam Minhaj al-‘Abidin, ujub bisa membuat pahala terhapus karena keangkuhan batin. Bahkan dalam riwayat disebutkan, amal shalih selama 70 tahun bisa lenyap karena sikap ini.2. Syirik (Menyekutukan Allah)
Syirik merupakan dosa besar yang jelas disebut dalam Al-Qur’an dapat menghapus semua amal. Dalam surah Al-An’am ayat 88, ditegaskan bahwa siapa pun yang mempersekutukan Allah, maka semua amalnya akan sia-sia, seberapapun banyaknya.ذَٰلِكَ هُدَى ٱللَّهِ يَهْدِى بِهِۦ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ ۚ وَلَوْ أَشْرَكُوا۟ لَحَبِطَ عَنْهُم مَّا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
Artinya: "Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan."3. Zalim kepada Sesama
Zalim, atau berbuat aniaya kepada orang lain, bisa mengakibatkan kebaikan pelaku dipindahkan kepada korban di akhirat kelak. Dalam hadis yang diriwayatkan Muslim, Rasulullah menyebut orang yang bangkrut adalah mereka yang datang dengan banyak amal, tapi habis karena dituntut oleh orang-orang yang pernah mereka zalimi. "Orang yang bangkrut dari umatku ialah, orang yang datang pada hari kiamat membawa (pahala) salat, puasa dan zakat, namun (ketika di dunia) dia suka mencaci maki dan (salah) menuduh orang lain, makan harta orang lain, menumpahkan darah dan memukul orang lain (tanpa hak). Maka orang-orang yang terzalimi itu akan diberi pahala dari kebaikan-kebaikan pelaku zalim. Jika telah habis kebaikan-kebaikannya, maka dosa-dosa mereka akan ditimpakan kepadanya, kemudian dia akan dilemparkan ke dalam neraka." (HR Muslim)4. Mengungkit-ungkit Sedekah
Sedekah yang dibarengi dengan ungkapan menyakitkan atau pamer dapat menghapus pahala. Al-Baqarah ayat 264 mengingatkan agar tidak membatalkan sedekah dengan menyebut-nyebut pemberian, karena akan membuat pahala menjadi seperti debu yang hilang tersapu hujan.يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُبْطِلُوا۟ صَدَقَٰتِكُم بِٱلْمَنِّ وَٱلْأَذَىٰ كَٱلَّذِى يُنفِقُ مَالَهُۥ رِئَآءَ ٱلنَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۖ فَمَثَلُهُۥ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُۥ وَابِلٌ فَتَرَكَهُۥ صَلْدًا ۖ لَّا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَىْءٍ مِّمَّا كَسَبُوا۟ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْكَٰفِرِينَ
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir."5. Bermaksiat Saat Sendirian
Dalam hadis Ibnu Majah, Rasulullah SAW memperingatkan bahwa orang yang tampak taat di hadapan publik namun berani berbuat dosa saat sendirian, akan mendapati amalnya hancur di akhirat. Amal mereka akan hilang seperti debu yang berterbangan, meski terlihat sebesar Gunung Tihamah. "Mereka masih termasuk saudara kalian sendiri. Mereka melakukan ibadah malam sebagaimana yang kalian lakukan. Akan tetapi, jika sedang sendirian mereka berani melanggar larangan-larangan Allah." (HR Ibnu Majah) Amal ibadah dan kebaikan adalah investasi akhirat yang berharga. Namun, amal itu bisa rusak jika tidak dijaga dari sifat dan tindakan buruk. Semoga kita senantiasa menjaga hati dan perbuatan agar amal yang telah dilakukan tidak sia-sia. Naudzubillah min dzalik. @ffrBerita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!