5 Jurusan Kuliah dengan Pengangguran Terbanyak di Indonesia
Ilustrasi./visi.news/ist.
Selain lima bidang studi tersebut, lulusan Ilmu Komputer atau Informatika juga menyumbang sekitar 4,6 persen dari penganggur berpendidikan minimal S1.
Mengapa Lulusan Jurusan Ini Banyak Menganggur?
Tingginya proporsi lulusan dari bidang studi tertentu tidak secara langsung menunjukkan bahwa prospek kerja bidang tersebut buruk. Terdapat sejumlah faktor yang dapat memengaruhi tingginya jumlah lulusan yang masuk dalam kelompok penganggur.
Pada bidang studi Manajemen, Akuntansi, dan Administrasi Bisnis, misalnya, program studi tersebut tersedia di banyak perguruan tinggi dan menghasilkan jumlah lulusan yang besar. Pilihan pekerjaan yang luas juga membuat lulusannya bersaing dengan lulusan bidang lain untuk posisi awal yang relatif umum.
Hal serupa terjadi pada lulusan Hukum dan Ekonomi. Meskipun memiliki jalur profesi yang relatif jelas, tidak semua lulusan bekerja sesuai bidang studinya. Sebagian lainnya bersaing di pasar kerja umum, seperti perusahaan, perbankan, pemerintahan, administrasi, konsultasi, dan layanan profesional.
Sementara itu, lulusan Pendidikan dapat menghadapi tantangan berupa ketersediaan formasi, kebutuhan sekolah antarwilayah, serta persyaratan profesi.
Adapun pada bidang Ilmu Komputer atau Informatika, kondisi tersebut dipengaruhi oleh keterampilan praktis, pengalaman, mutu pendidikan, serta kebutuhan teknologi perusahaan yang spesifik.
Data tersebut memberikan gambaran mengenai bidang studi yang memiliki proporsi cukup besar di antara penganggur berpendidikan minimal S1. Namun, tingginya proporsi tersebut tidak serta-merta menjadi gambaran bahwa seluruh lulusan dari jurusan tersebut memiliki kesulitan mendapatkan pekerjaan.
Bagi calon mahasiswa, informasi mengenai kondisi pasar kerja dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam memilih jurusan, dengan tetap memperhatikan minat, kemampuan, kompetensi yang ingin dikembangkan, dan kebutuhan dunia kerja.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!