5 Jurusan Kuliah dengan Pengangguran Terbanyak di Indonesia

Desi Rossilawati
Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:15 WIB
Bagikan
5 Jurusan Kuliah dengan Pengangguran Terbanyak di Indonesia

Ilustrasi./visi.news/ist.

VISI.NEWS - Memilih jurusan kuliah tidak hanya perlu mempertimbangkan minat dan kemampuan, tetapi juga prospek pekerjaan setelah lulus. Jurusan yang dipilih menjadi salah satu dasar bagi mahasiswa dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sebelum memasuki dunia kerja.

Persaingan dunia kerja yang semakin ketat membuat lulusan perguruan tinggi perlu menyesuaikan kompetensi dengan kebutuhan industri. Karena itu, gambaran mengenai kondisi pasar kerja dapat menjadi salah satu pertimbangan calon mahasiswa sebelum menentukan jurusan kuliah.

Penelitian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menunjukkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) penduduk dengan pendidikan minimal S1 meningkat dalam tiga tahun terakhir.

Temuan tersebut tercantum dalam Labor Market Brief Volume 7 Nomor 7 yang dirilis pada Juli 2026. Laporan berjudul 'Ketika Akses Pendidikan Tinggi Bertambah, Apakah Pasar Kerja Siap?' tersebut ditulis Muhammad Hanri, dan Nia Kurnia Sholihah.

Berdasarkan data yang diolah dari Sakernas, TPT penduduk dengan pendidikan minimal S1 meningkat dari 4,80 persen pada 2022 menjadi 5,18 persen pada 2023. Angka tersebut kembali naik menjadi 5,25 persen pada 2024 dan 5,39 persen pada 2025.

Jika dilihat berdasarkan bidang studi pendidikan terakhir, lulusan Manajemen menjadi kelompok yang paling banyak ditemukan di antara penganggur berpendidikan minimal S1. Proporsinya mencapai sekitar 10,3 persen.

Berikut daftar bidang studi dengan proporsi terbesar di antara penganggur berpendidikan minimal S1 berdasarkan laporan LPEM FEB UI:

  1. Manajemen: 10,3 persen
  2. Hukum: 9,0 persen
  3. Ekonomi: 8,7 persen
  4. Pendidikan: 7,1 persen
  5. Akuntansi: 5,1 persen

Kelima bidang studi tersebut secara bersama-sama berkontribusi sekitar 40 persen dari seluruh penganggur berpendidikan minimal S1.

Selain lima bidang studi tersebut, lulusan Ilmu Komputer atau Informatika juga menyumbang sekitar 4,6 persen dari penganggur berpendidikan minimal S1.

Mengapa Lulusan Jurusan Ini Banyak Menganggur?

Tingginya proporsi lulusan dari bidang studi tertentu tidak secara langsung menunjukkan bahwa prospek kerja bidang tersebut buruk. Terdapat sejumlah faktor yang dapat memengaruhi tingginya jumlah lulusan yang masuk dalam kelompok penganggur.

Pada bidang studi Manajemen, Akuntansi, dan Administrasi Bisnis, misalnya, program studi tersebut tersedia di banyak perguruan tinggi dan menghasilkan jumlah lulusan yang besar. Pilihan pekerjaan yang luas juga membuat lulusannya bersaing dengan lulusan bidang lain untuk posisi awal yang relatif umum.

Hal serupa terjadi pada lulusan Hukum dan Ekonomi. Meskipun memiliki jalur profesi yang relatif jelas, tidak semua lulusan bekerja sesuai bidang studinya. Sebagian lainnya bersaing di pasar kerja umum, seperti perusahaan, perbankan, pemerintahan, administrasi, konsultasi, dan layanan profesional.

Sementara itu, lulusan Pendidikan dapat menghadapi tantangan berupa ketersediaan formasi, kebutuhan sekolah antarwilayah, serta persyaratan profesi.

Adapun pada bidang Ilmu Komputer atau Informatika, kondisi tersebut dipengaruhi oleh keterampilan praktis, pengalaman, mutu pendidikan, serta kebutuhan teknologi perusahaan yang spesifik.

Data tersebut memberikan gambaran mengenai bidang studi yang memiliki proporsi cukup besar di antara penganggur berpendidikan minimal S1. Namun, tingginya proporsi tersebut tidak serta-merta menjadi gambaran bahwa seluruh lulusan dari jurusan tersebut memiliki kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Bagi calon mahasiswa, informasi mengenai kondisi pasar kerja dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam memilih jurusan, dengan tetap memperhatikan minat, kemampuan, kompetensi yang ingin dikembangkan, dan kebutuhan dunia kerja.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.