Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

25 Produsen Beras Diperiksa, Polisi Tunggu Hasil Uji Laboratorium

Desi Rossilawati
Kamis, 17 Juli 2025 | 21:30 WIB
Bagikan
25 Produsen Beras Diperiksa, Polisi Tunggu Hasil Uji Laboratorium
VISI.NEWS | JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan penyidik Bareskrim Polri masih menunggu hasil uji laboratorium dalam penanganan kasus dugaan beras oplosan. Menurutnya, pendalaman kasus ini dilakukan bersama Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran. “Kita bekerjasama dengan Kementan untuk melakukan pengecekan lab terhadap mereka, progres masih berlangsung,” kata Sigit di Mako Brimob Polri, Depok, Kamis (17/7/2025). Hingga kini, setidaknya 25 produsen dan distributor beras telah diperiksa oleh polisi. Hasil laboratorium menjadi kunci untuk memastikan kategori pelanggaran yang terjadi. "Kategori sementara mengoplos kemudian juga ada yang berat di bawah ketentuan tidak sesuai dengan yang ada di dalam list di kemasan," jelas Sigit. Sebelumnya, Kementan menemukan beras produksi PT Food Station Tjipinang Jaya yang dijual dengan merek Alfamidi Setra Pulen dan Beras Premium Setra Ramos tidak memenuhi standar mutu beras premium. Hasil uji lab di lima lokasi menunjukkan produk tersebut dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) dan berpotensi merugikan konsumen. Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementan, Moch Arief Cahyono, menyarankan pihak yang membutuhkan data uji lab dapat menghubungi Satgas Pangan Mabes Polri yang saat ini tengah mendalami kasus tersebut. Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan ada 212 merek beras yang diduga merupakan hasil oplosan antara beras medium dan premium. Ia menegaskan pihaknya tidak akan mentolerir praktik curang tersebut, mengingat produksi dan stok beras nasional saat ini melimpah sehingga harga seharusnya tetap sesuai HET. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.