REFLEKSI | Cintanya Allah
Oleh Bambang Melga Suprayo
SETIAP tarikan dan hembusan nafas kita yang tak pernah henti, merupakan peristiwa luar biasa, ajaib, dan istimewa, yang dengan itu, kita terus berproses serta tumbuh, sehingga dalam kasih sayangNya yang maha halus lewat kita bernafas itulah, Allah menjaga kita, dan kita ada dalam lindungan yang sesungguhnya dari Nya, subhanallah.
Kesadaran kita pada hidup yang Allah karuniakan, merupakan jalan kenikmatan yang selalu dekat dan lekat pada keseharian kita, maka dari nafas kita yang berhembus normal itulah Allah hadir setiap saat ada bersama kita, Allah lebih dekat dari pada urat lehernya manusia, adalah hal yang Allah gambarkan bahwa Ia ada bersama kita sesungguhnya.
Dimana kehadiranNya ? Apakah manusia sadar atas keberadaanNya ?
Bahasa simbolisasi bahwa firman Allah, "...dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya. " Seperti dalam Al Qur'an ayat 16 Surah Qaf, merupakan perumpamaan yang sangat tegas, dari apa yang menjadi bagian bahwa Allah begitu dekat, sangat dekat, selalu hadir, dan menyertai kita.
Sehingga, 'Rahman dan Rohimnya,' selalu kita rasakan tiap saat, dan tiap waktunya, saat terjaga maupun saat kita tertidur.
Pada hirupan bernafasnya kita itulah Allah itu hadir !
Hadirnya Allah menyertai kehidupan kita itu sendiri, dan keberadaan Allah ada dalam setiap tarikan nafas kita dalam setiap waktu dan keadaan kita, subhanallah.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!