IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

REFLEKSI | Cintanya Allah

ED
Sabtu, 5 November 2022 | 12:20 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Cintanya Allah

Maka sangat wajar, Ia selalu terjaga, selalu awas, mengawasi dan melihat kita, tanpa pernah sedikitpun lengah, dan wajar pula maka Ia disebut Maha hidup, atau bersifat Al Hayyu.

Dalam tarikan dan hembusan nafas kita itulah Allah ada bersama kita. Maka ketika kita tak tersadar bahwa Allah ada bersama kita dalam setiap saat dan keseharian kita, maka manusia tersebut sudah lalai, ia lupa, yang akhirnya lepas dari jalan keselamatan untuk dirinya sendiri.

Digambarkan manusia banyak yang lupa dalam Al Qur'an kepada Allah. Dalam Qu'ran surat Al Hasyr ayat 19, "Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik."

Hidup kita tak lepas dari kedekatan kita dengan Allah. Allah adalah nafas kita yang memberi hidup. Dalam nafas ada cinta Allah pada kita. Ada kasih sayangNya, yang lembut membelai kita.

Bernafas, saat kita menarik nafas, ada Allah. Bernafas, saat kita menghembuskan nafas ada Allah. Dalam dua kegiatan dalam menarik nafas, dan menghembuskan nafas kita ada Allah.

Sayang jika kita tak memiliki kesadaran ada Allah dalam setiap nafas kita. Sayang jika kita melupakan Allah yang seharusnya ada kita sebutkan dalam setiap tarikan dan hembusan nafas kita.

Nafas adalah energi terbesar yang mampu membangkitkan keluarbiasaan saat kita mampu mempergunakannya. Rasakan tarikan nafas kita jika kita ingin membangun kepekaan.

Dalam nafas ada kehidupan, ada keluarbiasaan, ada kehebatan tersembunyi yang membangkitkan potensi manusia untuk menghadirkan Allah bersama dirinya. Itu bisa kita lihat dari beberapa ajaran tarekat, yang menghadirkan olahan dengan cara nafas tertentu, untuk mengajari santrinya, agar merasakan kenikmatan menghidupkan keberadaan Allah dalam dirinya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.