REFLEKSI | Cintanya Allah
Maka sangat wajar, Ia selalu terjaga, selalu awas, mengawasi dan melihat kita, tanpa pernah sedikitpun lengah, dan wajar pula maka Ia disebut Maha hidup, atau bersifat Al Hayyu.
Dalam tarikan dan hembusan nafas kita itulah Allah ada bersama kita. Maka ketika kita tak tersadar bahwa Allah ada bersama kita dalam setiap saat dan keseharian kita, maka manusia tersebut sudah lalai, ia lupa, yang akhirnya lepas dari jalan keselamatan untuk dirinya sendiri.
Digambarkan manusia banyak yang lupa dalam Al Qur'an kepada Allah. Dalam Qu'ran surat Al Hasyr ayat 19, "Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik."
Hidup kita tak lepas dari kedekatan kita dengan Allah. Allah adalah nafas kita yang memberi hidup. Dalam nafas ada cinta Allah pada kita. Ada kasih sayangNya, yang lembut membelai kita.
Bernafas, saat kita menarik nafas, ada Allah. Bernafas, saat kita menghembuskan nafas ada Allah. Dalam dua kegiatan dalam menarik nafas, dan menghembuskan nafas kita ada Allah.
Sayang jika kita tak memiliki kesadaran ada Allah dalam setiap nafas kita. Sayang jika kita melupakan Allah yang seharusnya ada kita sebutkan dalam setiap tarikan dan hembusan nafas kita.
Nafas adalah energi terbesar yang mampu membangkitkan keluarbiasaan saat kita mampu mempergunakannya. Rasakan tarikan nafas kita jika kita ingin membangun kepekaan.
Dalam nafas ada kehidupan, ada keluarbiasaan, ada kehebatan tersembunyi yang membangkitkan potensi manusia untuk menghadirkan Allah bersama dirinya. Itu bisa kita lihat dari beberapa ajaran tarekat, yang menghadirkan olahan dengan cara nafas tertentu, untuk mengajari santrinya, agar merasakan kenikmatan menghidupkan keberadaan Allah dalam dirinya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!