100 Anak Terdaftar Sebagai Peserta Didik Sekolah Rakyat di Sukabumi
Editor
Desi Rossilawati
Senin, 16 Juni 2025 | 19:07 WIB
VISI.NEWS | SUKABUMI - Sebanyak 100 orang anak telah terdaftar sebagai peserta didik Sekolah Rakyat jenjang SMP di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Mereka berasal dari keluarga tidak mampu kategori desil 1 dan desil 2.
“Kabupaten Sukabumi menjadi salah satu daerah yang diberikan kepercayaan untuk menyelenggarakan sekolah rakyat melalui Kementerian Sosial dan kita sudah melakukan tahapan-tahapan, termasuk tahapan awal adalah rekrutmen calon siswa sekolah rakyat," ujar Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sukabumi Wawan Godawan, Senin (16/6/2025).
Wawan mengatakan pada awalnya Kementerian Sosial memberikan kuota sebanyak 50 siswa untuk dua rombongan belajar. Tetapi karena melihat antusias pendaftar Sekolah Rakyat, maka ditambah menjadi empat rombongan belajar, dengan demikian kuotanya menjadi 100 siswa.
Wawan menambahkan sebelum menetapkan 100 orang peserta didik ini, ada tahapan verifikasi dan seleksi terhadap calon siswa.
Menurut dia, Kementerian Sosial terlebih dulu memberikan data anak usia sekolah SMP di Kabupaten Sukabumi yang jumlahnya mencapai 26 ribu orang. Oleh Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi, data tersebut selanjutnya dipadankan dengan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan dapodik hingga muncul data 1.500 anak dari keluarga tidak mampu kategori desil 1 dan 2.
Terhadap data 1.500 anak itu dilakukan ground check secara door to door oleh para Pendamping Keluarga Harapan (PKH).
Hasil dari ground check itu beragam, ada yang berminat untuk masuk Sekolah rakyat ada juga yang tidak. Bagi yang berminat, mereka mendaftar sebagai calon siswa Sekolah Rakyat.
Jumlah pendaftar mencapai 156 anak yang selanjutnya dilakukan lagi seleksi, hasilnya didapat sebanyak 100 anak sebagai peserta didik Sekolah Rakyat angkatan pertama dan 10 anak sebagai cadangan.
Untuk penetapan siswa Sekolah Rakyat kewenangannya ada di pemerintah daerah, dalam hal ini Bupati Sukabumi.
“Tahapan berikutnya mengundang calon siswa untuk launcing di bulan Juni ini, karena di bulan Juli ini dimulai tahun baru pembelajaran,” kata Wawan.
Sekolah Rakyat angkatan pertama di Kabupaten Sukabumi ini dilaksanakan di Sentra Phala Martha milik Kementerian Sosial karena dari sisi fasilitas yang sudah memadai.
Lebih lanjut Wawan menjelaskan konsep Sekolah Rakyat ini seperti boarding school sehingga segala kegiatan dilakukan di lingkungan sekolah, sehingga peserta didik akan tinggal di asrama. @andri
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!