1 Polisi Tewas, Dua Hilang Saat Gerebek Bandar Sabu di Katingan

Desi Rossilawati
Kamis, 2 Juli 2026 | 16:55 WIB
Bagikan
1 Polisi Tewas, Dua Hilang Saat Gerebek Bandar Sabu di Katingan

Ilustrasi./visi.news/ist.

VISI.NEWS - Operasi penangkapan bandar narkotika jenis sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, Kamis (2/7/2026) dini hari, berujung maut. 

Seorang anggota kepolisian dilaporkan tewas, sementara dua personel lainnya masih dalam pencarian. Selain itu, seorang warga juga meninggal dunia akibat terkena tembakan dalam insiden tersebut.

Kapolres Katingan, AKBP Dodik Harono, membenarkan peristiwa itu. Ia menyebut pihaknya saat ini masih melakukan pencarian terhadap dua anggota yang hilang serta mendapatkan dukungan dari Sat Brimob Polda Kalimantan Tengah.

"Ya benar , satu anggota meninggal dunia dan saat ini dibawa RS Bhayangkara Palangka Raya, dua orang polisi masih kita cari. Kami dibackup Brimob Polda Kalteng. Nanti akan saya update informasi selanjutnya," ujar Dodik dalam keterangannya dikutip, Kamis (2/7/2026).

Peristiwa bermula saat Satresnarkoba Polres Katingan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei. Target operasi diketahui merupakan seorang pria berinisial BIO yang merupakan residivis kasus narkotika bersama rekannya berinisial BUSU.

Tim kepolisian yang dipimpin Kasat Resnarkoba berangkat ke lokasi pada Rabu (1/7/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB dan tiba sekitar pukul 00.30 WIB. Personel kemudian dibagi menjadi dua tim, yakni tim penindakan dan tim pendukung.

Saat penangkapan berlangsung, petugas berhasil mengamankan BIO. Namun situasi berubah ketika keluarga target melakukan perlawanan terhadap aparat.

Dalam kondisi yang semakin membahayakan, polisi sempat melepaskan tembakan peringatan. Karena perlawanan tidak berhenti dan situasi dinilai mengancam keselamatan petugas, dilakukan tindakan tegas terukur yang menyebabkan seorang warga bernama Teriyo (40) meninggal dunia.

Insiden tersebut kemudian memicu kemarahan warga. Massa datang mengepung petugas dengan membawa senjata tajam, balok kayu, hingga senjata api rakitan. Jumlah massa yang lebih banyak membuat aparat terpaksa mundur dan meminta bantuan tambahan.

Dalam upaya menyelamatkan diri, sejumlah anggota terjun ke sungai dan berlindung di sebuah pulau kecil. Sementara tim lain yang menggunakan kendaraan sempat dihadang massa, namun berhasil meloloskan diri.

Dalam kondisi terdesak di sungai, tiga anggota kepolisian mengalami kesulitan. Satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara dua lainnya hingga kini masih belum ditemukan. Lima personel lain berhasil menyelamatkan diri dan dievakuasi.

Hingga Kamis siang, tim gabungan masih melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai untuk mencari dua anggota yang hilang. Aparat juga memperketat pengamanan di Desa Tumbang Kalemei guna mencegah bentrokan susulan.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.