Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Zulkifli Hasan: Stok Beras Bulog Capai 3,8 Juta Ton, Bukti Indonesia Siap Swasembada

Desi Rossilawati
Kamis, 22 Mei 2025 | 16:30 WIB
Bagikan
Zulkifli Hasan: Stok Beras Bulog Capai 3,8 Juta Ton, Bukti Indonesia Siap Swasembada
VISI.NEWS | KALTENG - Pemerintah menargetkan Indonesia dapat mencapai swasembada pangan paling lambat pada tahun 2027. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) dalam peluncuran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Kamis (22/5/2025). Zulhas menjelaskan bahwa target tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto, yang sebelumnya mematok swasembada pada 2029, namun kemudian dimajukan menjadi 2028, dan kini menjadi 2027. “Kemenko Pangan dibentuk agar bisa mengkoordinasikan sehingga target swasembada bisa tercapai, Bapak Presiden menargetkan tahun 2029 swasembada, maju 2028, maju lagi 2027, jadi (beliau minta) paling lambat dua tahun,” kata Zulhas. Menurut Zulhas, indikasi pencapaian swasembada sudah mulai terlihat, salah satunya dari stok beras nasional. Tahun lalu Indonesia mengimpor 3,8 juta ton beras, tetapi tahun ini jumlah yang sama telah tersedia di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog). “Tahun ini, di gudang Bulog, kami sudah punya beras 3,8 juta ton, artinya kita sampai tahun depan tak perlu impor beras lagi, bahasa perangnya, kita sudah swasembada, dalam tempo 6 bulan,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa peningkatan produksi pangan ini tercapai berkat pemangkasan berbagai hambatan birokrasi, termasuk dalam hal distribusi pupuk, pembangunan irigasi, serta penyederhanaan regulasi. “Aturan-aturan kami pangkas, irigasi, silakan (kabupaten/kota) bangun, tapi kalau tidak ada uangnya, pusat bisa bangun, pupuk juga kami pangkas jalur distribusinya sehingga bisa langsung ke rakyat,” tegas Zulhas. Langkah-langkah tersebut, lanjutnya, dilakukan untuk mendukung program prioritas Presiden, terutama dalam menjamin ketahanan pangan dan menghindari gejolak sosial akibat kekurangan pangan. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.