Yayasan Literasi Cerita Sore Gelar Workshop untuk Membangun Komunitas Berkelanjutan dan Berdampak di Kabupaten Bandung
Workshop yang dimulai pada pukul 08.00 hingga pukul 16.00 WIB ini mengangkat topik utama Minimum Viable Community (MVC). Dari topik utama ini, materi kemudian dipecah menjadi 9 sesi yang mencakup berbagai aspek penting dalam membangun komunitas literasi, yaitu: Purpose, Member Identity, Values, Shared Experience, Rules, Roles, Governance, Financing, serta Channels & Platform.
Herry Fahrur Rizal, seorang profesional yang telah tersertifikasi oleh CMX Hub, menjadi narasumber utama dalam acara ini, berbagi pengalamannya selama lebih dari 10 tahun dalam membangun, menjadi konsultan, serta melakukan manajemen komunitas.
Sesi diskusi interaktif juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk bertukar pandangan dan pengalaman mengenai tantangan dan solusi dalam membangun komunitas literasi di lingkungan mereka. Peserta diajak untuk merancang blueprint komunitas literasi yang akan mereka terapkan setelah acara ini.
Dalam sesi terakhir, peserta memberikan umpan balik mengenai rencana aksi yang akan mereka implementasikan di komunitas masing-masing.
Selain memberikan pengetahuan dan keterampilan baru, Vicky T. Oktrya, penanggung jawab acara dari Yayasan Cerita Sore, menyampaikan harapannya agar workshop ini menjadi awal dari terbentuknya komunitas literasi yang lebih berdampak di Kabupaten Bandung.
“Dampak yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terbentuknya komunitas-komunitas penggerak literasi yang lebih sustain dan berdampak, memiliki susunan blueprint dan strategi perkembangan yang lebih terstruktur, sehingga bisa memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitarnya,” ujarnya.
Acara ini ditutup dengan sesi testimoni dari peserta. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan bahwa komunitas literasi di Kabupaten Bandung akan semakin berkembang dan mampu memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat.
Untuk diketahui bahwa, Cerita Sore adalah sebuah yayasan yang berdiri sejak tahun 2018 di Kabupaten Bandung dengan visi untuk menciptakan lingkungan yang dapat menumbuhkan kesenangan membaca pada anak sejak dini.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!