Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Xi Jinping Merespons Soal Tarif Dagang, AS Mulai Kirim Sinyal Damai

Desi Rossilawati
Rabu, 23 April 2025 | 22:30 WIB
Bagikan
Xi Jinping Merespons Soal Tarif Dagang, AS Mulai Kirim Sinyal Damai
VISI.NEWS | CHINA - Presiden China, Xi Jinping, kembali angkat suara soal konflik dagang yang kembali memanas sejak Donald Trump kembali menjabat sebagai Presiden AS. Dalam pernyataannya, Xi Jinping menilai konflik tarif hanya akan merugikan semua pihak dan merusak sistem perdagangan global. "Berdampak pada tatanan ekonomi dunia," ujar Xi Jinping, seperti dikutip dari media pemerintah Xinhua, Rabu (23/4/2025). Pernyataan Xi Jinping muncul setelah dirinya bertemu Presiden Azerbaijan. Ia menekankan bahwa China siap bekerja sama menjaga stabilitas sistem internasional, dengan PBB dan hukum internasional sebagai landasan utama. Di sisi lain, sinyal meredanya tensi mulai terdengar dari Washington. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dalam forum tertutup JPMorgan Chase, menyebut ada harapan de-eskalasi tarif dengan China. Ia bilang, kondisi sekarang tidak bisa dibiarkan terus berlarut. Bessent juga menyebut hubungan dagang dua negara raksasa ini perlu diseimbangkan, meski bukan berarti AS ingin putus hubungan dengan China. Namun, ia tak menampik bahwa konflik tarif membuat lalu lintas barang seperti peti kemas jadi lesu. Trump sendiri belakangan memberi sinyal 'putar balik'. Setelah menggembor-gemborkan tarif hingga 145% sejak kembali ke Gedung Putih Januari lalu, ia kini menyebut angka itu akan 'turun secara substansial'. "Mereka tidak akan mendekati angka itu, (Namun) tidak akan menjadi nol," kata Trump. Gedung Putih juga ikut memberi kode. Sekretaris Pers Karoline Leavitt menyebut negosiasi dagang dengan China kemungkinan bakal berlangsung. "Presiden dan pemerintahan sedang menyiapkan panggung untuk sebuah kesepakatan," ucap Leavit. Sementara itu, China membalas dengan tarif 125% untuk produk-produk asal AS. Xi Jinping pun kembali mengingatkan negara-negara lain agar tidak ikut merugikan Beijing saat bernegosiasi dengan Washington. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.