WNA Thailand Jadi Korban Penipuan Proyek PLTS, Alami Kerugian Rp 7,3 Miliar
ED
Editor
Shinta Dewi P
Rabu, 23 Oktober 2024 | 21:27 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Seorang wanita asal Thailand berusia 40 tahun, Wannipa Charoenputtakhun, diduga menjadi korban penipuan dan penggelapan dalam proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Bangka Belitung, dengan total kerugian mencapai Rp 7,3 miliar.
Menurut kuasa hukum korban, Alpha Ditya Pandu, kejadian bermula ketika rekannya, seorang pria berinisial HW (39 tahun), menawarkan investasi pada sebuah perusahaan yang bergerak di sektor PLTS. Setelah tertarik, Wannipa dilantik sebagai direktur utama perusahaan tersebut.
"Korban mengirimkan uang Rp 7,3 miliar ke rekening perusahaan," ujar Alpha di Bandung, Selasa (22/10/2024).
Namun, setelah mentransfer sejumlah uang, Alpha menyatakan bahwa dana tersebut tidak digunakan untuk kegiatan proyek melainkan lebih kepada kepentingan pribadi. Saat ini, kliennya telah melaporkan dugaan penipuan ini ke Polrestabes Bandung, dan kasusnya sudah mencapai tahap persidangan di Pengadilan Negeri Bandung, yang kini sedang dalam proses pemeriksaan saksi pada Selasa (22/10/2024) oleh jaksa penuntut umum dari Kejari Bandung.
"Klien kami menganggap investasi itu tidak ada sehingga merasa tertipu lalu, melaporkan ke Polrestabes Bandung dan sekarang sudah di tingkat pengadilan," tuturnya.
Alpha menambahkan bahwa terdakwa HW seharusnya tetap ditahan selama proses penyidikan dan persidangan, namun permohonan penangguhan penahanan yang diajukan berhasil disetujui oleh hakim dengan alasan bahwa terdakwa sedang menjalani perawatan medis dan membutuhkan operasi.
Terdakwa kini dijerat dengan pasal 378 mengenai penipuan dan pasal 372 tentang penggelapan, dan juga dilaporkan ke Polrestabes Bandung terkait dugaan pencucian uang.
"Klien kami ingin uang yang sudah dikeluarkannya itu kembali atau terdakwa dihukum sesuai apa yang sudah dilakukannya," kata kuasa hukum. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!