Wayan Sudirta: Pengawasan Kunci Wajah Baru Polri 2026
Wayan turut mempertanyakan implementasi Surat Edaran Kapolri Nomor SE/22/X/2021 terkait kesadaran budaya beretika di ruang digital. Ia meminta agar keberadaan virtual police benar-benar mengedepankan edukasi dan mediasi, terutama dalam menangani kasus kebebasan berekspresi, tanpa mengorbankan HAM dan prinsip demokrasi.
Selain itu, isu pengamanan konflik agraria juga menjadi perhatian serius. Wayan menilai aparat kepolisian kerap berada dalam posisi dilematis saat menangani konflik sumber daya alam. Karena itu, ia mendorong Polri untuk memastikan pendekatan humanis, persuasif, dan preventif selalu dikedepankan agar tidak memicu pelanggaran HAM di lapangan.
Menutup pernyataannya, Wayan Sudirta kembali menegaskan bahwa pengawasan adalah bentuk kecintaan sejati terhadap Polri. Ia berharap seluruh butir akselerasi transformasi Polri benar-benar terprogram dan terwujud nyata, bukan sekadar slogan. “Jika pengawasan berjalan baik, Polri akan kuat, terkontrol, dan menjadi institusi yang benar-benar bisa diharapkan oleh masyarakat,” pungkasnya.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!