Waspada Penipuan Online Lewat LinkedIn, Kelompok Hacker Lowongan Kerja Palsu

Desi Rossilawati
Jumat, 8 November 2024 | 22:25 WIB
Bagikan
Waspada Penipuan Online Lewat LinkedIn, Kelompok Hacker Lowongan Kerja Palsu
VISI.NEWS | JAKARTA - Kepolisian mengungkap modus baru penipuan online yang memanfaatkan aplikasi media sosial LinkedIn, dengan cara menawarkan lowongan kerja palsu. Penipuan ini semakin marak dan mengancam masyarakat digital. Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mengimbau agar masyarakat waspada terhadap modus ini, yang diduga dilakukan oleh kelompok hacker yang berafiliasi dengan Korea Utara. Para pelaku menyebarkan malware dengan kedok rekrutmen pekerjaan palsu, dengan target utama para profesional di sektor teknologi dan keuangan. "Pelaku ancaman siber yang berafiliasi dengan Korea Utara telah terlihat memanfaatkan LinkedIn sebagai cara untuk menargetkan pengembang malware CovertCatch dengan metode operasi perekrutan palsu," demikian keterangan Cyber Crime Polri dalam salah satu unggahannya, dikutip Selasa (5/11/2024). "Malware tersebut berfungsi sebagai landasan peluncuran untuk membahayakan sistem macOS target dengan mengunduh muatan tahap kedua yang membangun persistensi melalui Agen Peluncuran dan Daemon Peluncuran," lanjutnya. Modus penipuan online di LinkedIn semakin canggih, dengan para pelaku menyebarkan file berbahaya dalam format ZIP yang disamarkan sebagai deskripsi pekerjaan untuk posisi "VP of Finance and Operations" dan tes keterampilan seperti coding Python. Namun, file tersebut sebenarnya berisi malware bernama CoverCatch, yang dirancang untuk merusak sistem operasi macOS. Setelah file dibuka, malware ini mengunduh muatan tambahan yang memberi pelaku akses berkelanjutan ke sistem korban. Serangan ini sangat terarah, dengan pelaku memanfaatkan informasi pribadi korban, seperti riwayat pekerjaan dan koneksi profesional, untuk membangun rasa kepercayaan dan meyakinkan mereka membuka file berbahaya. "Pelaku mungkin merujuk pada informasi pribadi, minat, afiliasi, acara, hubungan pribadi, koneksi profesional, atau detail yang diyakini korban hanya diketahui sedikit orang guna melancarkan upaya untuk membangun hubungan dan akhirnya mengirimkan malware," kata Cybercrime Polri. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.