TP Pertahankan Status Visionary Leader Berkat Inovasi AI di Asia Pasifik 6 Aug 2026 Prabowo Belum Ganti Kapolri, Desakan Reformasi Polri Makin Menguat 6 Aug 2026 Drama Final Dimulai! Persib Tertahan, Persebaya Menggigit 1-1 6 Aug 2026 Polrestabes Bandung Siagakan 1.380 Personel Amankan Final Piala Presiden 6 Aug 2026 PowerCore 5.0 Meluncur, Solusi Listrik Prefabrikasi Pertama untuk Pusat Data AI Berdaya Tinggi 6 Aug 2026 STEM Jadi Kunci, Menaker Dorong Lulusan Kampus Siap Hadapi Dunia Kerja 6 Aug 2026 Penentuan Semifinal ASEAN Hyundai Cup 2026 Dimulai, Indonesia Wajib Menang atas Singapura 6 Aug 2026 HYPTEC HT Tampil Dua Wajah di GIIAS 2026, GAC Buktikan SUV Listrik Bisa Bergaya Mewah hingga Rally Dakar 6 Aug 2026 Ekonomi Jabar Tumbuh 5,73 Persen, Kemiskinan Turun ke 6,54 Persen 6 Aug 2026 Persija Kalahkan Arema FC 3-1, Raih Peringkat Ketiga Piala Presiden 2026 6 Aug 2026 TP Pertahankan Status Visionary Leader Berkat Inovasi AI di Asia Pasifik 6 Aug 2026 Prabowo Belum Ganti Kapolri, Desakan Reformasi Polri Makin Menguat 6 Aug 2026 Drama Final Dimulai! Persib Tertahan, Persebaya Menggigit 1-1 6 Aug 2026 Polrestabes Bandung Siagakan 1.380 Personel Amankan Final Piala Presiden 6 Aug 2026 PowerCore 5.0 Meluncur, Solusi Listrik Prefabrikasi Pertama untuk Pusat Data AI Berdaya Tinggi 6 Aug 2026 STEM Jadi Kunci, Menaker Dorong Lulusan Kampus Siap Hadapi Dunia Kerja 6 Aug 2026 Penentuan Semifinal ASEAN Hyundai Cup 2026 Dimulai, Indonesia Wajib Menang atas Singapura 6 Aug 2026 HYPTEC HT Tampil Dua Wajah di GIIAS 2026, GAC Buktikan SUV Listrik Bisa Bergaya Mewah hingga Rally Dakar 6 Aug 2026 Ekonomi Jabar Tumbuh 5,73 Persen, Kemiskinan Turun ke 6,54 Persen 6 Aug 2026 Persija Kalahkan Arema FC 3-1, Raih Peringkat Ketiga Piala Presiden 2026 6 Aug 2026

Wasit Liga 1 Merasa Terhina Karena Sosok Mr Y, Mata Najwa Bakal Disomasi

ED
Rabu, 24 November 2021 | 17:21 WIB
Bagikan
Wasit Liga 1 Merasa Terhina Karena Sosok Mr Y, Mata Najwa Bakal Disomasi
VISI.NEWS | JAKARTA - Wasit-wasit BRI Liga 1 dilaporkan bakal melakukan somasi terhadap Mata Najwa yang menghadirkan sosok Mr Y sebagai narasumber. Mr Y memberikan pernyataan dalam acara tersebut mengaku sebagai wasit di BRI Liga 1 dan telah mengatur jalannya beberapa pertandingan. Akibat pernyataan tersebut, wasit-wasit Liga 1 merasa tercoreng oleh pengakuan Mr Y. Padahal, dari penelusuran tidak ada perangkat pertandingan di Liga 1 hadir atau dihubungi pihak Mata Najwa datang sebagai narasumber. Apalagi, temuan terbaru PSSI menduga sosok Mr Y fiktif. Sebab, ada asisten wasit dari Liga 2 menceritakan kepada PSSI telah dihubungi Bambang Suryo untuk mengaku sebagai wasit di Liga 1 'bermain' di beberapa pertandingan dalam acara Mata Najwa. Namun, asisten wasit Liga 2 itu menolak permintaan tersebut sehingga muncul dugaan Bambang Suryo mencari sosok lain untuk hadir di Mata Najwa. Belum lama ini, PSSI juga telah melakukan pertemuan dengan seluruh perangkat pertandingan BRI Liga 1. Kesempatan itu dimanfaatkan PSSI untuk mencari kebenaran sosok Mr Y. Oleh karena itulah wasit-wasit ingin somasi Mata Najwa untuk mengungkap siapa sosok Mr Y. Sebab, di antara mereka semua tidak ada yang merasa dan mengaku hadir serta dihubungi sebagai narasumber. "Wasit harus punya integritas dan kejujuran, kalau tidak saya pastikan kariernya akan mati. Di depan notaris dan di atas materai wasit akan melakukan somasi ke Mata Najwa karena tidak ada yang merasa dihubungi," kata Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan saat memberikan keterangan pers, Selasa (23/11/2021). "Siapa itu Mr Y? Serahkan saja. Bisa diarahkan langsung ke kepolisian. Bantu dong, jangan diumpetin. Katanya nggak percaya karena takut hilang, serahkan ke polisi saja. Wasit Liga 1 sakitlah hatinya, makanya kami kumpul dan menuntut mereka." "Tidak pernah dari 84 ini (jumlah wasit dan asisten wasit) ke sana (Mata Najwa) atau dihubungi. Mereka terhina loh, tertuduh karena ini," katanya lagi. Lebih lanjut, PSSI punya bukti bahwa Mr Y sebagai orang suruhan Bambang Suryo. PSSI juga heran mengapa Mata Najwa memakai Bambang Suryo sebagai narasumber, padahal bermasalah. "Preman juga si BS (Bambang Suryo) ini. Ada di saya rekamannya dan tidak terlibat pengaturan skor. Apa motifnya dia ke Mata Najwa, kita tahulah," ungkap Iriawan. "Kok begini ya BS ke PSSI yang mau mengelola serius tapi malah dirusak. Jangan lah, Saya tidak datang karena sudah di-setting semuanya demi mengejar rating, dia untung tapi kami yang rugi. Saling menghargai harusnya," pungkasnya. Sekadar informasi, Bambang Suryo telah dilaporkan oleh Asprov PSSI Jatim ke Polda Jatim atas kasus dugaan suap di Liga 3 2021 zona Jawa Timur. Bambang Suryo juga dalam status terhukum oleh PSSI tak bisa beraktivitas dalam sepak bola seumur hidup karena pengaturan skor pada 2018. @fen

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.