Warga Muslim AS Kecewa dengan Pemilihan Pejabat Pro-Israel di Kabinet Trump
Editor
Desi Rossilawati
Senin, 18 November 2024 | 21:50 WIB
VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT - Warga Muslim di Amerika Serikat yang mendukung Donald Trump dalam Pemilihan Presiden AS 2024 merasa kecewa setelah sang presiden terpilih memilih sejumlah pejabat pro-Israel untuk mengisi kabinetnya. Mereka menilai bahwa pilihan Trump ini bertentangan dengan harapan mereka dan mengecewakan karena dia telah memasukkan orang-orang yang mendukung kebijakan Israel ke dalam pemerintahan yang akan dipimpinnya.
"Trump menang karena kami dan kami tidak senang dengan pilihannya untu menteri luar negeri dan (pejabat) yang lainnya," kata seorang pendiri Muslims for Trump, Rabiul Chowdhury.
Sementara itu, Rexhinaldo Nazarko, Direktur Eksekutif American Muslim Engagement and Empowerment Network (AMEEN), juga menyatakan kekecewaannya, menganggap para pejabat yang dipilih Trump mendukung agresi Israel di Gaza.
"Kami sangat kecewa. Tampaknya, pemerintahan ini sepenuhnya diisi oleh kaum neokonservatif dan orang-orang yang sangat pro-Israel dan pro-perang. Mereka merupakan kegagalan di pihak Presiden Trump, terhadap gerakan pro-perdamaian dan anti-perang," kata Nazarko.
Seorang mantan profesor di Universitas Minnesota, Hassan Abdel Salam, menyatakan bahwa ia tidak terkejut dengan pilihan Trump tersebut.
"Seolah-olah dia sedang melakukan Zionis secara berlebihan. Kami selalu sangat skeptis. Jelas kami masih menunggu untuk melihat ke mana pemerintah akan bergerak, tetapi tampaknya komunitas kami telah dipermainkan," ujar Salam.
Di antara pejabat yang dipilih Trump adalah Senator Marco Rubio yang ditunjuk sebagai Menteri Luar Negeri. Rubio dikenal sebagai pendukung kuat Israel dan agresi militernya terhadap Gaza, bahkan menentang gencatan senjata. Selain Rubio, Trump juga mengajukan Mike Huckabee, mantan Gubernur Arkansas, sebagai duta besar AS untuk Israel. Huckabee juga merupakan sosok yang tidak mendukung solusi dua negara untuk Palestina.
Dukungan warga Muslim AS diperkirakan menjadi faktor penting dalam kemenangan Trump, khususnya di negara bagian Michigan. Meski demikian, banyak warga Muslim merasa dikhianati dengan pilihan-pilihan tersebut, terutama karena Trump dalam kampanyenya selalu berjanji untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah, termasuk perang Israel-Palestina. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!