Warga Kolong Jembatan Pasupati yang Direlokasi ke Kabupaten Bandung Diberi Bantuan Tinggal 1,5 Tahun
VISI.NEWS | BANDUNG - Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman mengatakan, pemerintah akan memastikan keabsahan status kependudukan bagi semua warga kolong Jembatan Pasupati Kota Bandung yang direlokasi ke Kabupaten Bandung.
"Kami akan melakukan analisis faktual untuk memastikan bahwa mereka yang tinggal di sini benar-benar menetap dan tidak sekadar tinggal sementara," kata Herman, dari Humas Kota Bandung, Rabu (11/12/2024).
"Kami juga akan memberikan fasilitasi kependudukan dan memastikan mereka tidak terjebak masalah administrasi," katanya.
Ia memastikan, bantuan akan diberikan untuk jangka waktu 1 hingga 1,5 tahun, dengan pembebasan biaya sewa selama enam bulan pertama.
"Setelah itu, mereka akan diberi kesempatan untuk mandiri secara ekonomi, termasuk melalui peluang wirausaha dan akses modal," ucap Herman.
Diberitakan sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) merelokasi warga kolong Jembatan Pasupati Kota Bandung ke wilayah Kabupaten Bandung.
Diketahui, salah satu wilayah yang menjadi fokus pemerintah adalah sekitar kolong jembatan Prof. Mochtar Kusumaatmadja (Pasupati) dan masuk ke wilayah RW 15 Kelurahan Tamansari, Kota Bandung.
Di sini, telah menjadi tempat tinggal 100 KK penerima manfaat program relokasi ini dengan rincian 33 kepala keluarga (KK) dari Kota Bandung, 50 KK berasal dari Kabupaten Bandung dan 17 KK dari Kota Cimahi.
Menteri PKP, Maruarar Sirait mengatakan, program ini tidak hanya memberikan hunian baru, tetapi juga memberdayakan warga yang direlokasi.
"Kami menyiapkan 116 hunian di Rancaekek dan Solokan Jeruk (Kabupaten Bandung), lengkap dengan rencana pemberdayaan ekonomi serta fasilitas pendukung lainnya," kata Maruarar Sirait.
"Ini adalah upaya untuk memastikan warga tidak hanya dipindahkan, tetapi benar-benar mendapatkan kehidupan yang lebih baik," katanya.
Maruarar juga menyoroti pentingnya penyediaan fasilitas sosial di lokasi relokasi. Lahan baru tersebut dirancang untuk dilengkapi dengan taman bacaan, tempat belajar, dan area bermain anak-anak.
"Kami ingin relokasi ini bukan hanya proyek satu kali, tetapi menjadi bagian dari program berkelanjutan yang berbasis aspirasi warga, termasuk anak-anak. Ini langkah konkret untuk menjadikan mereka tidak hanya memiliki tempat tinggal, tetapi juga lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka," ujar Maruarar.
Program relokasi ini dirancang untuk menjawab permasalahan mendasar yang dihadapi warga di kawasan tidak layak.
Salah satu cerita yang menginspirasi adalah seorang ibu yang telah bertahun-tahun tinggal di satu kamar sempit bersama suami dan dua anaknya.
"Mereka sudah lama hidup dalam kondisi seperti itu. Relokasi ini akan memberikan mereka harapan baru, dengan tempat tinggal yang lebih layak dan sehat," ungkap Maruarar. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!