Wanti-Wanti Prabowo ke Menteri Agar Jangan Bahas Hal Rawan di Telepon
"Jadi hal-hal ini tidak bisa saya hindari karena semua punya nilai strategis juga berhubungan juga dengan keadaan ekonomi kita. Karena kita harus berunding, harus juga menggali potensi-potensi yang ada, dan menyelesaikan masalah-masalah yang krusial dan strategis dengan kelompok-kelompok negara tersebut yang bisa dikatakan merupakan blok-blok ekonomi yang sangat penting, yang sangat krusial untuk kelangsungan hidup ekonomi kita," ujarnya.
Prabowo mengatakan dirinya bisa saja mengumpulkan menteri-menteri selama dirinya berada di luar negeri. Dia mengatakan hal itu dapat dilakukan dengan bantuan teknologi video conference.
"Karena itu saya merasa perlu untuk kumpulkan Saudara-saudara, menyampaikan beberapa pengarahan selama saya sedang berada di luar negeri. Tapi saya kira dengan teknologi sekarang, ada video conference dan sebagainya, jadi hal-hal yang saya anggap penting kita bisa melaksanakan suatu pertemuan melalui video conference ini," kata Prabowo.
Prabowo juga meminta para menteri menelepon langsung jika merasa ada kendala atau ada hal kurang jelas dari Menteri Koordinator. Prabowo menegaskan dirinya terbuka.
"Saya juga menyampaikan ke saudara-saudara jangan ragu kalau ada masalah apa pun, kalau Saudara sudah menyampaikan ke Menko, tapi Saudara masih ingin suatu kejelasan dari saya, jangan ragu-ragu untuk menghadap, menghubungi saya, juga jangan ragu-ragu untuk telepon saya. Saya terbuka, saudara-saudara boleh telepon langsung," ujarnya.
Meski demikian, Prabowo mengingatkan agar hal-hal rawan tak dibahas lewat telepon. Dia mengatakan banyak telinga yang ingin mendengar.
"Silakan gunakan teknologi, tapi hal-hal rawan tidak perlu lewat telepon, ini zaman modern banyak telinga ingin dengar. Jadi kalau Saudara ingin menyampaikan hal penting silakan, saya membuka pintu," katanya.
Prabowo mempersilakan para menteri untuk mengesampingkan urusan protokoler. Dia menekankan dirinya dan Wapres Gibran Rakabuming Raka menganggap para menteri merupakan kolega untuk membangun bangsa.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!