Wanoja Sunda Laksanakan Panen Perdana Padi Anti Stunting di Kabupaten Bandung

ED
Minggu, 9 April 2023 | 11:35 WIB
Bagikan
Wanoja Sunda Laksanakan Panen Perdana Padi Anti Stunting di Kabupaten Bandung

Hal ini lanjutnya, dimulai dari hal pokok yaitu ibu, anak, keluarga dan kesejahteraan masyarakat serta keadilan sosial.

Stunting, katanya, persoalan serius di Indonesia dan Jawa Barat. Negara dan bangsa Indonesia pada proklamasi ke-77 menuju dirgahayu ke-78 (2023) merupakan negara yang memiliki standar negara kronis stunting menurut standar WHO, yaitu mempunyai tingkat prevalensi di atas 20 Persen.

"Menurut World Health Organization (WHO) saat ini 2 miliar orang warga dunia mengalami kasus stunting. Kementrian kesehatan mengumumkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada Rapat Nasional BKKBN, Rabu (25/1/2023). Disitu disebutkan prevalensi stunting di Indonesia turun dari 24,4 % (5,33 juta balita) di tahun 2021 menjadi 21,6 % di tahun 2022. Tahun 2024 ditargetkan prevalensi stunting hanya menjadi 14 persen, yaitu turun 3-3,5 persen/tahun berdasarkan RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) dan Peraturan Presiden 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting yang holistic, integrative, dan berkualitas melalui koordinasi, sinergi, dan sinkornisasi diantara pemangku kepentingan. Perpres 72 tahun 2021 ini merupakan pengganti Peraturan Presiden," pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Hj. Ning Ning Hendarsyah M.Si., mengatakan, di Kabupaten Bandung untuk verietas infari nutri zinc ini pada tahun 2022 sekitar 580 hektar. "Mudah-mudahan saja pada tahun 2023, kami mengusulkan 500 hektar untuk varietas inpari nutri zinc ini dapat direalisasikan," harap Ning Ning.@aph

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.