Wamensos Dorong Kepala Daerah Segera Usulkan Lahan Permanen Sekolah Rakyat
Melanjutkan, Agus Jabo menjelaskan bahwa ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh Pemprov, Pemkab maupun Pemkot dalam mengusulkan lahan. Di antaranya, yakni tanah yang diusulkan statusnya bukan tanah sengketa serta lokasinya harus aman atau bukan rawan bencana.
"Sekarang perintah Presiden (ukuran lahan yang diusulkan) 8,2 hektare, yang paling ideal, tapi kalau kemudian (Pemda) itu adanya cuma 6 hektare, ya nanti kita sesuaikan," terangnya.
Di atas lahan tersebut nantinya dibangun berbagai fasilitas unggulan untuk mendukung pelaksanaan belajar mengajar. Mulai dari ruang kelas, asrama, ruang makan, dapur, laboratorium, tempat ibadah, hingga perpustakaan.
Agus Jabo menekankan bahwa Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo untuk anak-anak dari keluarga miskin maupun miskin ekstrem berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Ia pun mengingatkan para kepala daerah agar tidak berbuat curang dalam proses perekrutan siswa di sekolah gratis ini.
"Presiden berkali-kali mengingatkan ini (Sekolah Rakyat) khusus untuk saudara-saudara kita yang miskin ekstrem. Jadi tidak boleh ada permainan, tidak boleh ada titipan. Presiden disamping ingin memotong transmisi kemiskinan, beliau ingin memuliakan orang-orang miskin," kata Agus Jabo.
Adapun dalam pertemuan ini, para kepala daerah telah menyiapkan proposal terkait lahan yang akan diusulkan sebagai lokasi permanen Sekolah Rakyat. Palu menjadi salah satu daerah yang akan menggelar Sekolah Rakyat pada tahun ini. Lokasi yang digunakan, yakni Sentra Nipotowe Palu. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!