Wamenekraf: Radio Masih Strategis di Tengah Gempuran Digital

Desi Rossilawati
Senin, 9 Februari 2026 | 10:30 WIB
Bagikan
Wamenekraf: Radio Masih Strategis di Tengah Gempuran Digital

VISI.NEWS | BANDUNG - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf), Irene Umar Li, menegaskan radio masih memiliki peran strategis di tengah gempuran platform digital.

Hal itu disampaikannya saat Kik-Off Radio Ekraf di Cihampelas Walk Kota Bandung pada Minggu (8/2/2026) yang menjadi bagian dari upaya Kementerian Ekonomi Kreatif untuk memperkuat ekosistem penyiaran sebagai wadah tumbuhnya insan kreatif daerah.

Irene menyebut, masih ada sekitar 25 juta pendengar radio di Indonesia, membuktikan bahwa medium ini belum ditinggalkan masyarakat. Radio bukan sekadar sarana hiburan, melainkan medium komunikasi publik yang berperan penting dalam menjaga ketahanan bangsa.

“Radio bukan hanya entertainment. Ia bagian dari ketahanan nasional. Kita ingat, kemerdekaan Indonesia 1945 diumumkan lewat radio. Bahkan sampai hari ini, dalam kondisi darurat ketika listrik dan internet bermasalah, radio tetap menjadi alat komunikasi yang paling andal,” jelas Irene.

Ia menambahkan, radio juga menjadi 'launchpad' bagi lahirnya insan kreatif dan pemimpin publik. Banyak figur nasional memulai perjalanan kariernya dari dunia penyiaran sebelum berkembang di bidang lain. Bandung dipilih sebagai lokasi roadshow karena dikenal sebagai kota kreatif dengan ekosistem radio yang kuat dan melahirkan banyak talenta.

Komitmen kami, kreativitas tidak boleh hanya terpusat di Jakarta. Bandung adalah contoh kota dengan sejarah panjang radio dan komunitas kreatif. Kota-kota lain akan menyusul,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai radio merupakan bagian penting dari ekosistem industri kreatif Kota Bandung sejak puluhan tahun lalu. Sejumlah radio legendaris di Bandung telah menjadi ruang ekspresi komunitas dan talenta di bidang penyiaran, manajemen, pemasaran hingga karya kreatif lainnya.

“Radio di Bandung bukan hanya media siaran, tapi ekosistem yang melahirkan banyak talenta. Dari sinilah tumbuh komunitas-komunitas kreatif sejak era 1970-an,” ujar Farhan.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.