Wamendagri: Retret Gelombang Kedua Bahas Isu Kewilayahan dan Kepemimpinan Terkini
Editor
Desi Rossilawati
Minggu, 22 Juni 2025 | 16:25 WIB
VISI.NEWS | SUMEDANG - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menyebut peserta retret kepala daerah gelombang kedua memiliki keistimewaan tersendiri karena akan membahas sejumlah isu aktual yang tengah berkembang di daerah.
Menurutnya, perkembangan dinamika kewilayahan dan pelaksanaan tugas pokok kepala daerah dalam beberapa bulan terakhir memberi perspektif tambahan yang penting bagi peserta.
"Jadi, peserta kali ini mungkin lebih beruntung dalam hal selama beberapa bulan ini kan banyak update perkembangan peristiwa-peristiwa terkini yang bisa menambah perspektif dari para kepala daerah," ujar Bima saat ditemui di Perpustakaan IPDN Jatinangor, Minggu (22/6/2025).
Ia mencontohkan sengketa perbatasan antara Provinsi Aceh dan Sumatera Utara terkait kepemilikan pulau sebagai salah satu isu yang akan dibahas mendalam. Materi tentang kewilayahan akan disampaikan langsung oleh Dirjen Administrasi Wilayah Kemendagri, Safrizal Zakaria Ali.
"Ya nanti ada Dirjen Adwil dari Kemendagri, Pak Safrizal akan menyampaikan materi tentang itu," jelas Bima.
"Tentang batas desa karena sebagian besar desa juga belum tuntas garis batasnya. Kemudian, tentang senketa wilayah, penaikan garis batas, kodifikasi dan lain-lain itu akan disampaikan di Pak Safrizal," tambahnya.
Selain isu kewilayahan, retret juga akan membahas regulasi terkait tugas dan fungsi kepala daerah. Bima Arya menyoroti bahwa pada gelombang pertama, materi ini disampaikan di akhir sesi dan kurang mendapat perhatian maksimal. Oleh karena itu, di gelombang kedua materi tersebut akan diberikan lebih awal, yakni di pertengahan agenda.
"Mungkin di hari Rabu atau Kamis ya," ucapnya.
Bima juga menyinggung pelanggaran etika jabatan seperti yang dilakukan Bupati Indramayu Lucky Hakim sebagai pengingat akan pentingnya memahami batas kewenangan kepala daerah.
Retret gelombang kedua ini diikuti 86 dari 93 kepala daerah yang terdaftar. Enam peserta absen karena alasan kesehatan, sementara Gubernur Papua Pegunungan John Tabo absen karena sedang berduka atas wafatnya sang ibu.
Kegiatan retret berlangsung selama lima hari, mulai 22 hingga 26 Juni 2025, dan menjadi ajang pembekalan strategis sekaligus evaluasi peran kepala daerah di tengah kompleksitas tata kelola pemerintahan daerah. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!