Wali Kota Minta Jajarannya Pastikan Penyaluran CPP di Sukabumi Tepat Sasaran
Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi menyalurkan bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP)./visi.news/Pemkot Sukabumi.
VISI.NEWS | SUKABUMI -Â Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi menyalurkan bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) berupa beras dan minyak goreng kepada puluhan ribu keluarga.
Penyaluran periode Februari-Maret 2026 ini menyasar 37.356 Keluarga Penerima Pangan (PBP) di tujuh kecamatan dengan total alokasi mencapai 747.120 Kg beras dan 149.424 liter minyak goreng.
Distribusi dilakukan mulai tanggal 8 hingga 11 April 2026, mencakup Kecamatan Baros, Cibeureum, Cikole, Citamiang, Gunung Puyuh, Lembursitu, dan Warudoyong.
Pada pelaksanaannya, Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, memantau langsung proses penyaluran CPP di Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, pada Kamis (9/4/2026) pagi.
Kehadiran Wali Kota bersama Jajaran DKP3, Bulog Sukabumi-Cianjur, Camat Lembursitu, dan unsur Forkopimcam ini bertujuan memastikan bantuan tersebut sampai ke tangan yang berhak tanpa kendala.
Dalam sambutannya, Ayep menekankan pentingnya sinergi dan rasa syukur atas bantuan ini.
"Kita harus bersyukur, kita akan mengangkat harkat derajat masyarakat dengan berbagi tugas. Pemerintah Kota akan ikhtiar mencari anggaran. Doakan Pemerintah Kota Sukabumi," ujarnya.
Menurutnya, bantuan ini adalah bukti nyata kehadiran pemerintah pusat untuk rakyat.
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran perangkat daerah untuk bekerja ekstra dalam memvalidasi data penerima bantuan agar tepat sasaran.
"Sebagai bentuk kepedulian pemerintah, jangan sampai salah sasaran. Harus disisir, benar tidak apakah masyarakat ini penerima manfaat atau bukan. Seluruh perangkat daerah kerja ke lapangan, jangan hanya di kantor," tegasnya.
Lebih lanjut, Ayep menginstruksikan pendataan menyeluruh tidak hanya pada pangan, tetapi juga sektor kesehatan dan tenaga kerja.
"Termasuk data pengangguran dan ibu hamil, laporkan ke Dinkes, karena bumil harus diberi asupan gizi yang baik. Kita akan mengentaskan dan menekan kemiskinan, pengangguran, dan stunting. Berdoa adalah permintaan yang harus disertai dengan ikhtiar. Doakan saya memperlakukan keadilan di Kota Sukabumi," tambahnya. @andri
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!