Wali Kota Bandung Dorong Transportasi Publik Aman dan Nyaman untuk Semua
Editor
Desi Rossilawati
Jumat, 21 Februari 2025 | 18:00 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memperkenalkan visi Bandung Utama, dengan menitikberatkan keterbukaan dan inklusivitas dalam perencanaan kota. Salah satu fokus utamanya adalah pengembangan sistem transportasi publik yang ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Keterbukaan yang kita usung adalah menghadirkan rasa aman, nyaman, dan inklusif bagi semua. Salah satu contohnya adalah dalam aspek transportasi publik,” ujar Farhan di lansir dari laman resmi Kota Bandung.
Menurutnya, transportasi publik mencerminkan kesetaraan dalam mobilitas. Meskipun kepemilikan kendaraan pribadi menjadi pilihan bagi sebagian orang, akses transportasi yang nyaman harus tersedia bagi semua, termasuk pelajar, mahasiswa, lansia, perempuan, anak-anak, dan penyandang disabilitas.
“Jika transportasi publik di Kota Bandung dapat diakses oleh empat kelompok utama (lansia, disabilitas, perempuan, dan anak-anak) maka secara otomatis, transportasi itu dapat diakses oleh semua orang. Inilah makna keterbukaan yang tercermin dalam sistem transportasi publik di Bandung,” jelasnya.
Sebagai bagian dari transformasi ini, dalam setahun ke depan, Pemerintah Kota Bandung akan menerapkan sistem Bus Rapid Transit (BRT) yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Bank Dunia.
“Ini bukan sekadar pekerjaan biasa, karena mendapat dukungan dari Bank Dunia. Dengan ini, Bandung akan menjadi kota pertama di luar Jakarta yang menerapkan sistem BRT,” ungkap Farhan.
Tak hanya di Kota Bandung, sistem BRT juga akan diperluas ke wilayah Bandung Raya, mencakup Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang. Sumedang dipilih sebagai bagian dari proyek ini karena memiliki populasi mahasiswa yang tinggi dan membutuhkan akses transportasi yang lebih baik.
Sebagai bagian dari modernisasi ini, jaringan angkutan kota (angkot) akan diintegrasikan ke dalam sistem berbasis digital, menghapus transaksi tunai demi menciptakan pengalaman transportasi yang lebih efisien dan modern.
“Secara bertahap, transformasi ini akan membuat sistem transportasi di Bandung semakin canggih dan sederhana,” pungkas Farhan. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!