Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026

Wakil Wali Kota Bandung Ingatkan Pedagang Pasar Disiplin Protokol Kesehatan

ED
Kamis, 7 Oktober 2021 | 04:16 WIB
Bagikan
Wakil Wali Kota Bandung Ingatkan Pedagang Pasar Disiplin Protokol Kesehatan

VISI.NEWS | BANDUNG - Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana tak hentinya meningatkan agar warga tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (Prokes). Utamanya, terkait penggunaan masker dan menjaga kebersihan tangan sebagai tameng individu.

Ia menuturkan, saat ini kondisi penanganan pandemi Covid-19 di Kota Bandung sudah terkendali dengan baik. Namun hal itu tak lantas membuat abai terhadap protokol kesehatan.

Untuk itu, ia sangat berterima kasih kepada tim dari gerakan "Bandung Merdeka Dari Covid-19" yang berkenan untuk berkolaborasi memberikan bantuan masker dan handsanitizer. Di samping membutuhkan fungsinya, pembagian masker juga sebagai simbolis bahwa disiplin protokol kesehatan jangan sampai menurun.

“Ini adalah salah satu ikhtiar kita. Karena protokol kesehatan, salah satunya penggunaan masker menjadi sangat penting agar terhindar dari paparan virus,” katanya saat pembagian masker di Pasar Sederhana, Rabu (6/10/2021).

Khusus kepada pedagang, ia menegaskan, protokol kesehatan menjadi sangat penting. Sebab para pengunjung pasar tidak terdeteksi latar belakang kesehatannya.

Sebagai langkah pertama, lanjutnya, para pedagang wajib disiplin menerapkan protokol kesehatan sebagai proteksi diri. “Mudah-mudahan dengan pembagian masker, para pedagang bisa melindungi dirinya. Karena kita tidak pernah tahu pembeli datang dari zona apa. Jadi bisa melindungi dirinya sendiri dengan protokol kesehatan,” ujarnya.

Wakil wali kota mengungkapkan, dari pemantauan di lapangan dan survei Dinas Kesehatan, saat ini disiplin protokol kesehatan di tengah masyarakat sedikit menurun. Utamanya soal penggunaan masker ketika beraktivitas.

Dicontohkan, di sejumlah negara saat ini kembali terjadi lonjakan kasus paparan Covid-19. Padahal negara tersebut telah mencapai angka vaksinasi yang sangat tinggi. Hal itu akibat warganya terlena dan mengabaikan protokol kesehatan.

“Jangan abai, jangan euphoria, tetap saja prokes. Karena meskipun nanti vaksin selesai 100 persen, kita tetap harus adaptasi dengan kebiasaan baru. Salah satunya penggunaan masker,” ulasnya.

Sementara itu, inisiator gerakan Bandung Merdeka Dari Covid-19, Asep Warlan Yusuf mengaku menyediakan 2.000 paket protokol kesehatan yang terdiri dari masker dan handsanitizer. Serta 100 paket sembako yang khusus dibagikan di Pasar Sederhana.

”Selain di pasar, target lainnya yaitu DKM atau masjid dan tempat-tempat yang berpotensi ada kerumunan seperti sekolah,” kata Asep.

Menurut Asep, gerakan "Bandung Merdeka Dari Covid-19" sebagai pemantik kesadaran masyarakat untuk bergandengan tangan bersama pemerintah menangani pandemi Covid-19. Sebelumnya, gerakan ini sudah melaksanakan doa bersama dan penggalangan dana melalui konser amal.

Oleh karenanya, selain dari 5 M, ungkap Asep, dalam rangka penanganan Covid-19 juga sekaligus mengampanyekan tambahan 3M. Yakni Mau divaksin, Membantu sesama, dan Memperkuat doa.

“Kami ingin memperluas interaksi dengan yang lain. Makanya itu mau divaksin. Kemudian ketujuh membantu sesama dan memperkuat doa. Tambahan ini untuk membangun kebersamaan dengan masyarakat lain,” katanya.@nia

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.