Wajiwa: Kolaborasi Pencak Silat dan Musik Metal di Panggung

ED
Jumat, 8 November 2024 | 04:17 WIB
Bagikan
Wajiwa: Kolaborasi Pencak Silat dan Musik Metal di Panggung

VISI.NEWS | BANDUNG - Pencak Silat menjadi salah satu kekuatan seni budaya Indonesia yang selalu hadir pada setiap generasi. Pada tahun 2019 Pencak Silat mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai warisan budaya takbenda. Pencak Silat sebagai salah satu seni beladiri khas Indonesia yang telah mengakar cukup lama, tidak hanya dikenal sebagai seni beladiri, tetapi juga sebagai bagian dari warisan budaya yang turun temurun dari generasi kegenerasi. Selain sebagai bentuk fisik dari kebudayaan, Pencak Silat juga memiliki nilai-nilai budaya yang dalam, seperti kebersamaan, disiplin, penghornatan terhadap sesama, dan banyak lagi nilai-nilai kehidupan yang terkandung didalamnya.

Melalui pelatihan Pencak Silat, generasi muda dapat mempelajari tidak hanya teknik bertarung, tetapi juga moralitas, keberanian, tanggung jawap. Hal ini membuat Pencak Silat bukan hanya sebagai sebuah seni bela diri, tetapi juga sebagai edukasi. Pengakuan UNESCO memberi dorongan besar bagi pelestarian dan pengembangan Pencak Silat sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia

Pencak silat pada dasarnya bukan sebatas belajar gerak atau jurus-jurus, akan tetapi banyak hal yang dapat menjadi bahan edukasi, seperti halnya yang dilakukan oleh guru-guru Silat pada masa dahulunya. Ketangkasan, kepekaan, dan kecerdasan raga, pikir, rasa, imajinasi menjadi satu kesatuan utama, sehingga pesilat mempunyai kekuatan lahir dan bathin, baik dalam beladiri maupun dalam kehidupannya.

Dr. Alfiyanto melalui proses kreatif penciptaan karya tari yang diberi judul “Bersilat” ini mencoba untuk menjadikan Pencak Silat sebagai media edukasi dengan menggali kepekaan raga, rasa, pikir, dan imajinasi disamping pencapaian artistik (karya tari). Cara kerja penciptaan karya tari yang dilakukan oleh Dr. Alfiyanto ini diharapkan dapat menjadi salah satu cara untuk merangsang tubuh pesilat dan penari anak-anak serta remaja yang terlibat, disamping memiliki kemampuan secara fisik yang terampil juga memiliki kecerdasan dan kepekaan rasa, pikir, imajinasi, serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, karena belajar pencak silat itu lebih kepada pencapaian nilai-nilai kehidupan, dan belajar pencak silat sesungguhnya adalah belajar tentang kehidupan disamping bertujuan untuk beladiri.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.