Wagub Jatim Ungkap Dugaan Awal Kebakaran Gunung Bromo
Area tebing di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur dilanda kebakaran. Balai Besar TNBTS pun memutuskan menutup seluruh akses wisata ke lokasi tersebut, Sabtu (22/8/2026)./visi.news/Balai Besar TNBTS.
Ketua DPD Demokrat Jatim tersebut menyebut terdapat banyak variabel yang berpotensi memicu kebakaran. Kondisi tersebut membuat kesiagaan perlu terus dijaga, terutama di tengah musim kemarau.
"Terlalu besar dan terlalu beragam variabel yang bisa memicu di saat musim kemarau seperti ini," katanya.
Emil menambahkan, kebakaran akibat berbagai faktor pemicu tidak hanya terjadi di kawasan Bromo, tetapi juga di sejumlah titik lain di Indonesia. Hal tersebut, menurut dia, turut dibahas dalam rapat koordinasi bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.
"Ini memang sebagaimana saya sampaikan juga ini juga terjadi di seluruh Indonesia di banyak titik tadi kami rakor dengan Menko Polkam ini terjadi meskipun penyebabnya beragam," ujarnya.
Kebakaran di kawasan Bromo diketahui bermula pada Senin, 3 Agustus 2026 sekitar pukul 17.00 WIB. Seiring meluasnya titik api, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup sementara seluruh akses wisata ke kawasan Gunung Bromo mulai, Sabtu (8/8/2026).
Hingga Senin (10/8/2026), luas kawasan Bromo yang terdampak kebakaran mencapai 742 hektare.
Proses pemadaman terus dilakukan melalui jalur darat dan udara. Dalam operasi tersebut, tiga helikopter, satu drone, dan delapan unit pemadam kebakaran dikerahkan. Sejumlah tim gabungan juga dilibatkan dalam upaya pemadaman kebakaran di kawasan tersebut.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!