Wafatnya Dede Candra Sunarya, Kehilangan Besar Dunia Seni dan Budaya Sunda
Beberapa orang yang berada di sekitar panggung menghampiri dan berupaya menahan serta membantunya. Alunan gamelan pun berhenti seketika, dan pertunjukan tidak dapat dilanjutkan.
Situasi yang semula merupakan pagelaran budaya berubah menjadi kepanikan dan keprihatinan. Hingga akhirnya, kabar duka menyebar bahwa sang dalang telah wafat.
Biografi Singkat dan Kiprah Dede Candra Sunarya
Dede Candra Sunarya dikenal luas di kalangan seniman Sunda sebagai dalang yang tumbuh dan berkiprah di lingkungan Giri Harja, Jelekong. Komunitas ini merupakan salah satu pusat kesenian wayang golek yang telah melahirkan banyak dalang ternama di Jawa Barat.
Meski riwayat hidup lengkapnya tidak banyak terekspos di media, Dede dikenal aktif dalam berbagai pagelaran wayang golek, festival budaya, serta kegiatan pelestarian seni tradisional yang melibatkan generasi muda.
Ia juga terlibat dalam pengembangan konsep pertunjukan yang memadukan unsur tradisi dan kreativitas baru, seperti yang terlihat dalam pagelaran bertema wayang kontemporer tersebut.
Reaksi Komunitas Seni
Kabar wafatnya Dede Candra Sunarya memicu gelombang belasungkawa dari berbagai kalangan. Para dalang, seniman, serta pegiat budaya menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam.
“Atas nama putra Ki Dalang Anem Karawang, turut belasungkawa atas meninggalnya Ki Dalang Dede Candra Sunarya 28 Februari 2026. Semoga husnul khotimah,” tulis salah satu unggahan komunitas seni.
Ungkapan tersebut menunjukkan kuatnya ikatan emosional antar-seniman dalam jejaring budaya tradisional.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!