Wafatnya Dede Candra Sunarya, Kehilangan Besar Dunia Seni dan Budaya Sunda
VISI.NEWS | BANDUNG – Wafatnya Dede Candra Sunarya menjadi kabar duka yang mengejutkan bagi masyarakat pencinta seni tradisional, khususnya kesenian Sunda dan wayang golek. Seniman yang dikenal sebagai bagian dari keluarga besar Giri Harja tersebut berpulang saat tengah mengisi sebuah pagelaran wayang di Giriharja, Jelekong, Kabupaten Bandung.
Peristiwa tersebut terjadi saat digelar pertunjukan bertajuk “Panggung Wayang Kontemporer Putu Pusaka Giri Harja: Penciptaan Kriya Kreatif Inovatif” yang berlangsung di lingkungan Pesantren Budaya Giri Harja, Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Sabtu (28/2/2026).
Kabar wafatnya Dede Candra Sunarya dengan cepat menyebar melalui media sosial dan komunitas budaya. Banyak unggahan yang menyampaikan duka mendalam atas kepergian seniman yang dikenal aktif melestarikan wayang golek tersebut.
“Inalillahi wainailaihi roji’un, turut berduka cita atas wafatnya salah seorang seniman Giriharja, Ki Dalang Dede Candra Sunarya,” tulis salah satu akun media sosial yang kemudian dibagikan ulang oleh banyak warganet.
Unggahan tersebut mencerminkan luasnya rasa kehilangan yang dirasakan oleh komunitas kebudayaan dan masyarakat sekitar.
Kronologi Kejadian Saat Pagelaran Berlangsung
Berdasarkan sejumlah video dan unggahan yang beredar di media sosial, peristiwa itu terjadi ketika pertunjukan wayang tengah berlangsung seperti biasa.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat Dede Candra Sunarya memainkan wayang golek di panggung, diiringi alunan gamelan serta suara sinden yang mengisi suasana pertunjukan. Pagelaran berjalan normal dengan penonton yang menyaksikan secara khidmat.
Namun, secara tiba-tiba suasana berubah. Saat masih berada di belakang kelir dan memainkan wayangnya, Dede mendadak terhenti. Aktivitas panggung yang semula dinamis mendadak sunyi ketika ia terlihat kehilangan keseimbangan dan tergeletak.
Beberapa orang yang berada di sekitar panggung menghampiri dan berupaya menahan serta membantunya. Alunan gamelan pun berhenti seketika, dan pertunjukan tidak dapat dilanjutkan.
Situasi yang semula merupakan pagelaran budaya berubah menjadi kepanikan dan keprihatinan. Hingga akhirnya, kabar duka menyebar bahwa sang dalang telah wafat.
Biografi Singkat dan Kiprah Dede Candra Sunarya
Dede Candra Sunarya dikenal luas di kalangan seniman Sunda sebagai dalang yang tumbuh dan berkiprah di lingkungan Giri Harja, Jelekong. Komunitas ini merupakan salah satu pusat kesenian wayang golek yang telah melahirkan banyak dalang ternama di Jawa Barat.
Meski riwayat hidup lengkapnya tidak banyak terekspos di media, Dede dikenal aktif dalam berbagai pagelaran wayang golek, festival budaya, serta kegiatan pelestarian seni tradisional yang melibatkan generasi muda.
Ia juga terlibat dalam pengembangan konsep pertunjukan yang memadukan unsur tradisi dan kreativitas baru, seperti yang terlihat dalam pagelaran bertema wayang kontemporer tersebut.
Reaksi Komunitas Seni
Kabar wafatnya Dede Candra Sunarya memicu gelombang belasungkawa dari berbagai kalangan. Para dalang, seniman, serta pegiat budaya menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam.
“Atas nama putra Ki Dalang Anem Karawang, turut belasungkawa atas meninggalnya Ki Dalang Dede Candra Sunarya 28 Februari 2026. Semoga husnul khotimah,” tulis salah satu unggahan komunitas seni.
Ungkapan tersebut menunjukkan kuatnya ikatan emosional antar-seniman dalam jejaring budaya tradisional.
Kehilangan Besar bagi Dunia Budaya Sunda
Kepergian Dede Candra Sunarya menjadi kehilangan besar bagi dunia kesenian Sunda, khususnya komunitas wayang golek di Kabupaten Bandung. Wafatnya seorang dalang saat tengah menjalankan tugas seni di atas panggung menjadi peristiwa yang sangat membekas bagi banyak orang.
Ia dikenang sebagai pribadi yang berdedikasi, energik, dan konsisten dalam menjaga warisan budaya. @desi
Baca Juga:
Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!
Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.