Wacana Pembelajaran Saham Masuk Kurikulum Sejak SD
Ia menambahkan, dorongan literasi investasi sejak dini dan diversifikasi tabungan pada pelajar dan masyarakat perlu diimbangi dengan memastikan saham berasal dari perusahaan dengan tata kelola baik.
"Sehingga masyarakat tidak merasa bahwa mereka membeli sebuah surat berharga yang ternyata tidak berharga. Ini adalah tantangan kita semua," ucapnya.
Kata OJK soal Siswa SD Belajar Saham
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan pembelajaran saham masuk kurikulum sebelumnya sudah dipraktikkan beberapa negara. Ia menyatakan pihaknya siap menyediakan materi mengenai edukasi pasar modal jika jadi masuk kurikulum.
Friderica menambahkan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan kementerian bidang pendidikan dalam penyusunan kurikulum tersebut, tetapi belum resmi dimasukkan.
"Jadi masuk ke dalam kurikulum sekolah, kalau bisa mulai dari SD, pengenalan uang, pengelolaan keuangan, dari SMP, SMA, kuliah. Kuliah juga, jangan cuma dari fakultas ekonomi bisnis, karena mereka pasti sudah ngerti, tapi dari semua fakultas," ucapnya.
Kata BEI soal Siswa SD Belajar Saham
Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan edukasi mengenai pasar modal bagi pelajar SMA sebelumnya dibuka lewat galeri edukasi. Sedangkan siswa SD dapat berkunjung ke BEI lewat kunjungan sekolah. Ia menyatakan terbuka atas peluang edukasi pasar modal masuk kurikulum.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!