Voice of Baceprot dan Musisi Indonesia Suarakan Isu Lingkungan dan Solidaritas #IndonesiaGelap di Sonic/Panic Jakarta
Acara ini hadir di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap kebijakan yang berisiko memperparah eksploitasi sumber daya alam, deforestasi, serta mengancam ruang hidup masyarakat adat dan ekosistem perkotaan. Isu pembatasan kebebasan berekspresi melalui musik yang baru-baru ini terjadi juga menunjukkan bahwa suara kritis terhadap isu sosial dan lingkungan masih menghadapi tekanan. Tagar #IndonesiaGelap, yang mencerminkan keresahan publik terhadap situasi sosial-politik saat ini, semakin menegaskan perlunya keterlibatan masyarakat dalam mengawal kebijakan negara.
Selain menjadi ruang untuk membahas urgensi perlindungan lingkungan, sonic/panic Jakarta, juga berupaya menghadirkan praktik yang lebih berkelanjutan dalam penyelenggaraannya. acara ini menyediakan water refill station untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai, serta memastikan tidak ada produk dengan kemasan plastik sekali pakai yang digunakan sepanjang acara, baik oleh pengunjung maupun musisi. Makanan dan minuman untuk musisi serta panitia disajikan dalam wadah yang dapat didaur ulang, dengan peralatan makan dan gelas yang dapat digunakan kembali. Bahkan, gelang panitia dibuat dari kain perca sebagai bentuk komitmen terhadap pengurangan limbah.
Upaya ini menegaskan bahwa industri musik dapat mengambil langkah nyata untuk lebih ramah lingkungan, sekaligus menginspirasi ekosistem musik yang lebih sadar akan dampaknya terhadap bumi.
Sonic/panic Jakarta juga bertujuan untuk mengamplifikasi pesan tentang krisis iklim lewat lagu-lagu dari album sonic/panic dan sonic/panic Vol. 2 ke audiens yang lebih luas, setelah sebelumnya diluncurkan melalui IKLIM Fest yang digelar pada tahun 2023 dan 2024 di Bali, serta roadshow di Yogyakarta dan Malang. Album sonic/panic sendiri merupakan sebuah kompilasi multi-genre yang menghadirkan warna suara kaya yang disatukan oleh satu fokus utama yaitu panggilan mendesak untuk aksi iklim.
Album kompilasi sonic/panic dan sonic/panic Vol.2 telah melibatkan 28 musisi dari berbagai genre yang menyuarakan keprihatinan dan harapan mereka terhadap masa depan bumi. Dengan energi dan semangat yang terbangun di Jakarta, musisi-musisi yang tergabung dalam inisiatif IKLIM akan terus bergerak. Musik sebagai alat perlawanan tidak berhenti di satu panggung, pesan ini akan terus menggema di berbagai ruang dan platform, menghubungkan lebih banyak orang dalam perjuangan menghadapi krisis iklim.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!