VISI | Transformasi Keuangan Pesantren Berbasis Fintech
Pesantren Baitussalam: Bendahara Yayasan Pesantren Baitussalam, Ustadz Imaddudin ibn Nasir, menyatakan: "Alhamdulillah digitalisasi pesantren membantu memodernisasi sistem administrasi dan keuangan. Kerja di kantor maupun dari rumah tidak menjadi kendala. Online 24 jam di mana saja dan kapan saja, hemat SDM, meminimalkan kesalahan pencatatan dan fraud, serta mempermudah orangtua santri."
Pesantren Miftahul Ulum, Purwakarta: Bapak Ari, Sekretaris Yayasan, mengungkapkan: "Alhamdulillah data keuangan bisa terkontrol dan bisa jarak jauh, rekap keuangan bisa dilihat berdasarkan kebutuhan, dan orangtua jadi lebih mudah karena pilihan jenis sistem pembayarannya banyak."
Pesantren Darussalam Blokagung, Banyuwangi: Inovasi manajemen keuangan melalui cashless payment telah berhasil mengubah pola pengelolaan uang saku santri menjadi lebih terstruktur, membantu mengontrol perilaku konsumtif, dan menanamkan nilai kejujuran dan disiplin dalam urusan keuangan.
Tantangan dan Solusi Implementasi
Meski menjanjikan, transformasi digital keuangan pesantren tidak tanpa tantangan:
Tantangan: 1. Resistensi terhadap perubahan dari sebagian pengurus dan kiai yang terbiasa dengan sistem konvensional 2. Keterbatasan SDM yang memahami teknologi digital 3. Keterbatasan infrastruktur seperti akses internet dan perangkat keras 4. Biaya investasi awal untuk pengadaan sistem dan perangkat 5. Kekhawatiran kehilangan karakter khas pesantren
Solusi: 1. Pendampingan intensif dari penyedia layanan fintech dengan pelatihan komprehensif 2. Pendekatan bertahap yang dimulai dari satu divisi/unit sebelum meluas ke seluruh sistem 3. Dukungan pemerintah melalui program Bantuan Digitalisasi Pesantren 2025 dari Kementerian Agama 4. Kemitraan strategis dengan lembaga keuangan syariah dan penyedia teknologi terpercaya 5. Edukasi literasi digital kepada seluruh stakeholder pesantren
Dukungan Pemerintah Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren telah mencanangkan Program Bantuan Digitalisasi Pesantren 2025 dengan prioritas: • Bantuan infrastruktur teknologi (komputer, jaringan internet) • Pelatihan SDM pengelola keuangan digital • Subsidi software dan aplikasi manajemen pesantren • Pendampingan transformasi digital berkelanjutan
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!