IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

VISI | Tidak Wajib Miskin, Tidak Haram Kaya

ED
Senin, 13 Mei 2024 | 05:21 WIB
Bagikan
VISI | Tidak Wajib Miskin, Tidak Haram Kaya

Oleh Idat Mustari

CERITA Yusuf Hamka, Raja Jalan Tol, saat masuk Islam, teman-temannya menyebutnya Islam itu agama orang susah, agama orang miskin," dikutip dari YouTube Helmy Yahya.

Kaum Orientalis barat pun menyebut agama Islam adalah agama yang menganjurkan pemeluknya jadi orang miskin. Mereka menyitir hadis-hadis yang menceritakan keutamaan orang miskin, seperti antara lain : Dari Ibnu Abbas disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Dua orang mukmin bertemu di pintu surga: mukmin yang kaya dan mukmin yang miskin, ketika di dunia. Si miskin dimasukkan ke surga, sementara si kaya tertahan beberapa lama, baru kemudian dimasukkan ke surga. Mukmin yang miskin ini menghampiri mukmin yang kaya lalu bertanya, 'Saudaraku, mengapa engkau tertahan?" Si kaya menjawab, 'Saudaraku, aku tidak sampai ke sini sebelum keringatku bercucuran yang seandainya didatangkan seribu unta yang semuanya memakan pakanan asam, aku pasti tidak akan keluar keluar darinya."

Tentu tidak salah hadis itu, tetapi menjadi salah jika kemudian orang Islam menjauhi dunia, kehilangan etos kerja dengan alasan tidak apa-apa menjadi orang miskin, sebab toh masuk surga terlebih dahulu.

Terburuknya, tidak sedikit orang islam menikmati kemiskinannya. Kemiskinan menjadi zona nyaman bagi dirinya. Padahal ajaran islam memberikan keutamaan bagi orang kaya.

Orang yang kaya bisa berinfak kepada fakir miskin, bisa menyambung tali silaturahmi, bisa membantu orang miskn, bisa membangun sarana ibadah dan melakukan amal-amal saleh lainnya.

Para sahabat Rasulullah SAW, sebut saja Utsman bib Affan ketika terbunuh, beliau meninggalkan kekayaan sebanyak 100.500 dinar, satu juta dirham, 1000 ekor kuda, sumur Aris, lading khaibar, serta lembah senilai 200,000 dinar. Amru bin Ash meninggalkan 300 dinar. Zubai bin Awwan meninggalkan harta 50 ribu dinarm 1000 ekor kuda dan Abdurrahman bin Auf meninggalkan harta yang tak terhitung jumlahnya.

Para sahabat itu adalah orang kaya yang mendapat pujian dari Allah. Hal itu dikarenakan harta bagi mereka cukup di tangan, tidak di hati. Ketika mendapatkan harta mereka bersyukur dan ketika kehilangan mereka bersabar.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.