VISI | Tantangan Nurani di Hari Pers Nasional 2026
Tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat” sesungguhnya saling terhubung secara batiniah. Pers yang sehat akan melahirkan informasi yang jujur dan berimbang. Informasi yang jujur menjadi fondasi kebijakan ekonomi yang berdaulat. Dan ekonomi yang berdaulat, jika diarahkan dengan nurani, akan memperkuat bangsa, bukan hanya memperkaya segelintir elite. Namun rantai ini akan rapuh bila pers abai pada keberpihakan kemanusiaan.
Krisis lingkungan dan pendidikan yang kita saksikan hari ini adalah ujian konkret bagi nurani pers. Apakah bencana hanya diperlakukan sebagai angka korban dan kerugian? Ataukah dihadirkan sebagai panggilan etis untuk menjaga amanah bumi? Apakah krisis pendidikan di daerah tertinggal hanya menjadi berita musiman? Ataukah terus dikawal sebagai persoalan struktural yang menuntut keberlanjutan perhatian?
Hari Pers Nasional 2026 seharusnya menjadi ajakan untuk memperluas definisi kekuatan bangsa. Bangsa kuat bukan hanya karena ekonominya berdaulat, tetapi karena warganya terdidik, lingkungannya terjaga, dan batinnya dirawat. Pers berada di persimpangan strategis ini. Dengan Psikologi Langit empati dalam liputan, etika dalam narasi, dan keberpihakan pada kemanusiaan pers dapat menjadi cahaya yang menuntun, bukan sekadar lampu sorot yang menyilaukan.
Jika Nisfu Sya’ban mengajarkan kita membersihkan hati sebelum menyambut Ramadan, maka Hari Pers Nasional semestinya menjadi momentum membersihkan nurani pers sebelum melangkah lebih jauh dalam perjalanan bangsa. Dari pers yang sehat lahir ekonomi yang berdaulat. Dari ekonomi yang berdaulat tumbuh bangsa yang kuat. Dan dari nurani yang terawat, lahir peradaban yang bermakna. Wallahua’lam.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!