VISI | Sensitivitas
"Barang siapa yang tidur dalam keadaan kenyang sementara tetangganya kelaparan, maka dia tidak beriman." (HR. Bukhari)
Hadis ini menunjukkan bahwa keimanan sejati tidak bisa dilepaskan dari kepedulian sosial. Jika seseorang hanya sibuk dengan ibadah personal atau hanya mementingkan kelompoknya, tetapi abai terhadap penderitaan orang lain, maka ada yang kurang dalam pemahaman agamanya.
Rasulullah SAW mengajarkan bahwa seorang mukmin yang baik adalah mereka yang bermanfaat bagi sesama. Dalam sebuah hadis, beliau bersabda yang artinya,
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain." (HR. Ahmad)
Kepekaan sosial tidak hanya berarti memberi sedekah atau membantu korban bencana, tetapi juga mencerminkan bagaimana seseorang merespons ketidakadilan dan permasalahan dengan lingkungan sekitarnya. Misalnya, seorang yang benar-benar memahami nilai-nilai Islam tidak akan merusak sistem sosial yang sudah terbangun, karena sadar bahwa menjaga lingkungan sosial yang baik adalah bagian dari amanah Allah.
Keimanan dan Kepedulian Sosial
Sikap keberagamaan seseorang diuji dalam interaksinya dengan sesama. Imam Al-Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin menegaskan bahwa ibadah yang dilakukan tanpa diiringi dengan akhlak yang baik kepada sesama tidak akan membawa manfaat. Oleh karena itu, seseorang yang ingin dekat dengan Allah harus menunjukkan kepedulian terhadap manusia lain.
Dalam konteks sosial, kepekaan ini bisa diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti membantu yang membutuhkan, menjaga keadilan dalam bermuamalah, tidak menzalimi orang lain, dan tidak mengambil hak yang bukan miliknya serta mencegah kemungkaran di masyarakat, seperti ketidakadilan, mengeksploitasi masyarakat untuk kepentingannya atau kelompoknya atas nama agama, atau secara tidak sengaja merusak kondusivitas di masyarakat.
Rasulullah SAW memberikan contoh nyata bagaimana hubungan dengan Allah harus berdampak pada kepedulian sosial. Ketika ada seorang wanita yang dikenal rajin beribadah tetapi sering menyakiti tetangganya, beliau bersabda:
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!